Jakarta, SuaraRakyat62.com — Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menyoroti kebijakan impor pangan yang masih menjadi andalan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan nasional. Menurutnya, langkah ini justru bertolak belakang dengan visi swasembada pangan yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Rieke Diah Pitaloka: Impor Pangan Cederai Asta Cita Presiden Prabowo

“Ciri utama swasembada bukan hanya stok pangan di dalam negeri, tetapi berkurangnya ketergantungan terhadap pangan impor,” tegas Rieke melalui unggahan di kanal media sosialnya, Minggu (5/10/2025).

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, keberhasilan swasembada pangan dapat diukur melalui dua indikator utama:

Menurunnya ketergantungan impor terhadap komoditas yang sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri.

Meningkatnya daya beli masyarakat, yang menandakan akses terhadap pangan terjangkau.

Rieke menilai, kebijakan impor yang berlebihan justru melemahkan semangat kemandirian nasional dan tidak sejalan dengan doktrin Asta Cita Presiden Prabowo, yang menekankan kemandirian pangan sebagai bagian dari sistem pertahanan negara.

“Stok pangan melimpah tidak ada artinya jika rakyat tidak mampu membeli karena harga terlalu mahal,” tegasnya.

Ia pun mendesak pemerintah agar mempercepat langkah nyata menuju swasembada pangan sejati, bukan hanya slogan atau simbol politik.

“Pangan yang tersedia melimpah sekalipun akan sia-sia apabila rakyat tidak mampu membeli karena harga yang tinggi,” pungkasnya.

 

 

Pewarta; Gloria