Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Pasuruan kembali diselimuti prahara. Informasi yang diterima media ini menyebutkan bahwa sejumlah tenaga pendidik di SDN Mororejo 2, Kecamatan Tosari, diduga kerap mangkir dari tugas. Akibatnya, para siswa tidak memperoleh hak belajar secara utuh sebagaimana mestinya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Tenaga Pendidik SDN Mororejo 2 Diduga Jarang Hadir, Nasib Siswa Terabaikan

Berdasarkan data, terdapat 12 tenaga pendidik dan karyawan yang tercatat di sekolah tersebut. Namun, menurut sumber internal, hanya segelintir guru yang rutin hadir dan melaksanakan kewajibannya.

Temuan tersebut diperkuat dengan dokumentasi video saat proses belajar mengajar berlangsung. Dalam rekaman acak yang diambil pada beberapa tanggal, tampak fakta mencengangkan:

  1. 25 Februari, hanya 1 guru yang hadir pada pukul 07.45 WIB.
  2. 27 Agustus, tercatat 4 guru hadir pada pukul 08.30 WIB.
  3. 30 Agustus, hanya 3 guru yang hadir.
  4. 18 September, guru kelas 1 dan 2 tidak tampak di sekolah.

“Bagaimana nasib anak didik apabila tenaga pendidik yang digaji oleh negara dari uang rakyat bekerja semaunya?” tegas salah satu warga yang turut menyoroti fenomena ini.

Sementara itu, kepala sekolah SDN Mororejo 2 belum memberikan tanggapan resmi. Saat dikonfirmasi pada Senin (13/10), yang bersangkutan diketahui tidak masuk kerja.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni, menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan media.

“Terima kasih, dan akan kami tindaklanjuti. Matur nuwun sanget informasinya,” tulisnya melalui pesan singkat kepada awak media.

Menyikapi hal ini, Satgas Intel Investigasi Lembaga LKPK, Aruman berencana melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Langkah ini diambil agar para tenaga pendidik kembali menjalankan tugas mulia mereka dengan sepenuh hati demi masa depan generasi penerus bangsa.

 

Penulis: Abdul Khalim