Kota Pasuruan, Suararakyat62.com

Gelar olahraga ekstrem Suropati Race 8 (SR8) BMX 2025 kembali menarik perhatian publik setelah diadakan di Gedung Olahraga (Gor) Untung Suropati, <span;>Jl. Sultan Agung, Kota Pasuruan, <span;>hari Minggu (30/11). Ajang rutin ini menghadirkan persaingan sengit antar rider dari berbagai daerah di Jawa
Sejak pagi hari, arena telah dipadati peserta yang terdaftar dalam kategori usia junior hingga umum. Suasana kompetitif mulai terasa ketika panitia menyiapkan podium lengkap dengan medali dan trofi untuk peraih posisi terbaik. Kegiatan yang digagas Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disparpora) Kota Pasuruan bersama komunitas BMX setempat mendapat sambutan meriah—tribun arena penuh dengan penonton, yang menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap olahraga ekstrem ini.
Dukungan pemerintah kota terlihat jelas melalui kehadiran Wali Kota Adi Wibowo dan wakil wali kota, yang terpampang dalam banner resmi acara. Keterlibatan kedua pejabat tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen untuk mengembangkan bakat muda dan mempromosikan Pasuruan sebagai kota kreatif di bidang olahraga.
Kepala Disparpora Kota Pasuruan Dyah Ermitasari menyatakan bahwa SR8 memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet muda. “Kami ingin anak-anak dan remaja memiliki jalur pembinaan yang jelas. Kompetisi ini dirancang untuk melatih keberanian, disiplin, dan mental bertanding,” ujarnya dalam keterangan kepada wartawan.
Sementara itu, Kabid Pemuda dan Olahraga G Dicky Yodho Asmoro menegaskan bahwa tingkat partisipasi tahun ini menunjukkan tren positif. Menurutnya, peningkatan jumlah rider yang berpartisipasi menggambarkan pertumbuhan minat generasi muda terhadap olahraga BMX. “Agenda seperti SR8 harus terus berkelanjutan agar ekosistemnya makin kuat,” tegasnya.
Sepanjang perlombaan, lintasan di Gor Untung Suropati menjadi panggung untuk berbagai gaya ekstrem para peserta. Aksi lompatan, putaran cepat, dan manuver teknis yang dipertunjukkan kerap memicu sorakan antusias dari penonton yang menyaksikan dari pinggir arena.
Selain sebagai ajang pencarian juara, acara ini juga berfungsi sebagai wadah pertemuan antar komunitas BMX. Interaksi yang terjalin di antara peserta memberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan memperluas jejaring olahraga ekstrem di wilayah Jawa Timur.
Untuk memastikan keamanan para peserta, panitia juga menyisipkan sesi edukasi keselamatan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Materi yang disampaikan bertujuan agar rider selalu memperhatikan prosedur keamanan baik saat berlatih maupun bertanding.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi dan dukungan penuh dari pemerintah kota, penyelenggaraan SR8 BMX 2025 diyakini akan tetap menjadi salah satu agenda unggulan yang memperkuat identitas Pasuruan sebagai “sport city” di masa mendatang.
Pewarta. Apin




