Morotai, SuaraRakyat62.com — Kunjungan kerja Gubernur Maluku Utara, Sherly Djoanda, ke Kabupaten Pulau Morotai pada Kamis (11/12/2025) kembali menjadi perhatian setelah muncul informasi bahwa rombongan Gubernur meminta tambahan speedboat yang ditanggung oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Morotai.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Rombongan Minta Pemda Sewa Speedboat, Kunjungan Gubernur Bebani APBD Morotai

Informasi itu disampaikan oleh salah satu staf Pemda Morotai yang menyebut bahwa Bagian Protokoler Provinsi meminta agar Morotai menyediakan speedboat tambahan untuk perjalanan Gubernur dan rombongan menuju Kecamatan Pulau Rao.

“Rombongan Gubernur minta Pemda Morotai tangani speedboat untuk kunjungan ke Posi-Posi Rao. Daerah ini sedang efisiensi besar, kok masih dibebankan lagi,” ujarnya di Kantor Bupati Morotai.

Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Kepala Bagian Protokoler Provinsi Maluku Utara, Abdul Karim. Ia menegaskan bahwa tidak ada permintaan pembebanan speedboat kepada Pemda Morotai.

“Tidak benar. Rombongan Ibu Gubernur membawa speedboat sendiri dari Provinsi,” tegas Abdul Karim,tambahan untuk siapa? Untuk rombongan Gubernur ke Pulau Rao sudah tersedia,” tegas Abdul Karim

Gubernur Sherly Djoanda tiba di dermaga Molokai, Desa Juanga, sekitar pukul 08.15 WIT dan disambut langsung Wakil Bupati Morotai beserta unsur Forkopimda. Berdasarkan rundown resmi, kunjungan Gubernur di Morotai memiliki agenda padat di tiga kecamatan.

Agenda Kunjungan Gubernur di Morotai :

  1. 09.10 WIT — Kunjungan ke Desa Buho-Buho, Kecamatan Morotai Timur,
  2. 10.40 WIT — Pentahbisan Gereja GMIH Eben Haezer Buho-Buho dan perayaan Natal jemaat,
  3. 12.00 WIT — Peninjauan program pangan murah 2.000 paket oleh Dinas Perindag dan Koperasi.
  4. 15.30 WIT — Keberangkatan dengan speedboat menuju Dermaga Wayabula, Morotai Selatan Barat, untuk agenda Gerakan Pangan Murah oleh Dinas Pangan dan DP3A Provinsi.

Di tengah efisiensi anggaran yang sedang dilakukan Pemkab Morotai, isu pembebanan biaya speedboat kepada daerah memicu perhatian publik. Namun hingga kini, pihak provinsi tetap menegaskan bahwa seluruh kebutuhan transportasi laut Gubernur sudah disiapkan langsung dari Maluku Utara.

 

 

(Irjan_Nyong)