Indragiri Hulu, SuaraRakyat62.com – Harapan masyarakat Desa Anak Talang, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, untuk menikmati listrik hingga kini tak juga terealisasi. Sudah hampir dua tahun, janji PLN Wilayah Riau tak kunjung terbukti, membuat warga kecewa dan merasa diberi Pemberi Harapan Palsu (PHP).

Kekecewaan itu disampaikan Edi Rangkuti, Ketua Panitia Pemasangan Jaringan Listrik Desa Anak Talang, bersama perangkat desa serta pengurus panitia lainnya. Melalui H. Tamar Johan, S.Sos., M.Si, Ketua Umum DPP LSM FORTARAN (Forum Masyarakat Pemantau APBD/APBN), mereka menyuarakan keresahan masyarakat.
“Kami sudah berulang kali mengajukan permohonan melalui kepala desa, camat, hingga ke PLN Inhu. Bahkan sudah disurvei sejak 2023, tapi sampai hari ini tidak ada hasil. Kami hanya ingin hak kami untuk mendapat penerangan listrik dipenuhi,” ujar Edi, Rabu (27/8/2025).
Menurut Edi, pihaknya bersama sekretaris Jupri Sitorus dan bendahara Angkat Gabe Patar Sihite telah menempuh berbagai langkah. Pada 8 November 2023, DPP LSM FORTARAN bahkan melayangkan surat resmi ke PLN Wilayah Riau (Nomor: 125/DPP LSM FORTARAN/11/2023). Surat tersebut ditanggapi dengan survei lapangan pada 24 November 2023 di Dusun Sungai Keruh RT 19 Desa Anak Talang, namun tidak ada tindak lanjut nyata setelah itu.
“Kami mohon kepada Gubernur Riau Abdul Wahid dan Dirut PLN, Bapak Darmawan Prasodjo, agar mendengar jeritan masyarakat terpencil ini. Kami juga bagian dari NKRI, kami butuh listrik untuk kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketum DPP LSM FORTARAN H. Tamar Johan menilai PLN Wilayah Riau lalai dalam menjalankan tugas dan mengabaikan hak masyarakat.
“Selama hampir dua tahun, hak masyarakat dibiarkan tanpa kepastian. Ini jelas kelalaian yang bisa dikategorikan sebagai pengabaian hak rakyat. Mereka tinggal di pedalaman, tapi tetap warga negara yang sah, bukan masyarakat ilegal,” ujarnya.
Tamar Johan menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kasus ini dan siap melaporkannya langsung ke PLN pusat di Jakarta bila tidak ada langkah nyata dari PLN Wilayah Riau.
“Jika dalam waktu dekat PLN tidak merespons, kami akan bawa masalah ini ke tingkat pusat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN Wilayah Riau belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan masyarakat Desa Anak Talang.
Pewarta; Esra




