Scroll Untuk Lanjut Membaca
JANJI TINGGAL JANJI? REWARD ATLET PORPROV 2025 KOTA PASURUAN DIPANGKAS, PRESTASI DIOBRAL MURAH!

Kota Pasuruan, Suararakyat62.com

Acara pembagian reward atlet Kota Pasuruan peraih prestasi Porprov 2025 akan digelar dengan kemewahan di Gedung Gradika, Rabu (25/2/2026)  namun suasana jadi pahit menyengat.

Bonus yang diberikan diduga dipangkas drastis, jauh melampaui standar tahun lalu, sementara Dispora dan Pemda Kota Pasuruan memilih membungkam total.

Angka-angkanya menyakitkan, medali emas yang tadinya Rp30 juta kini hanya Rp10 juta, perak dari Rp20 juta jadi Rp7,5 juta, perunggu dari Rp10 juta tersisa Rp5 juta. Ini bukan langkah efisiensi, tapi jelas pengkhianatan terhadap prestasi! Apakah kontribusi atlet hanya layak diperlakukan sebagai “cuci tangan”? Lalu kemana perginya janji manis Wali Kota saat kampanye yang menyatakan akan mendukung penuh kemajuan olahraga? Bukankah itu hanya lip service belaka?

Franky, pelatih senior yang telah berjibaku bertahun-tahun, mengeluarkan suara geram, “Terus terang, saya tidak puas sedikit pun! Efisiensi memang dibutuhkan, tapi jangan sampai ekstrem seperti ini! Daerah lain juga menyesuaikan, tapi tidak separah di Kota Pasuruan. Jangan salahkan jika tahun depan atlet enggan berjuang mereka keluarkan biaya besar, korbankan waktu, bahkan urusan pribadi demi mengharumkan nama kota. Lalu dihargai seperti ini? Siapa lagi yang mau berjuang? Ini sama saja membunuh motivasi mereka secara langsung!”

Banyak atlet yang harus mengeluarkan uang pribadi untuk latihan dan perlengkapan. Ada yang rela menunda kuliah atau melepaskan pekerjaan hanya untuk fokus berlatih. Inikah balasan yang mereka dapatkan setelah berjibaku di kancah provinsi? Janji kampanye yang begitu meyakinkan ternyata hanya pemanis bibir di atas lautan penderitaan atlet.

Anis, ibu salah satu atlet peraih emas, mengaku sangat kecewa: “Anak saya bangun jam 4 pagi setiap hari untuk berlatih, bahkan saat libur sekolah tidak pernah berhenti. Kami seluruh keluarga harus menanggung biaya makan dan transportasi ke tempat latihan. Dengar kabar bonusnya jadi sangat kecil, rasanya usaha dan pengorbanan kami semua tidak dihargai sama sekali. Dulu selalu bilang akan mendukung, sekarang mana buktinya?”

Aktivis pemuda Kota Pasuruan juga mengeluarkan suara tegas, mengancam akan mengajukan permintaan audiensi dengan pihak Dispora jika tak ada klarifikasi segera, “Kita tidak menentang efisiensi anggaran, tapi harus dilakukan dengan keadilan dan transparansi. Atlet adalah aset berharga kota, bukan tumbal yang bisa diperlakukan seenaknya!”

Apin/red