
MALANG , Suararakyat62.com
Wajah bahagia terpancar dari para petani di Dusun Tamangilang, RT 15 RW 05, Desa Taman Kuncaran, Kecamatan Tirtoyudo. Harapan panjang masyarakat akan akses jalan yang layak akhirnya terwujud dengan dituntaskannya pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) menuju kawasan Kebun Kopi Krapyak, pada Senin (05/04).
Pembangunan tahap kedua ini mencakup pengecoran jalan sepanjang 350 meter, yang menyambungkan infrastruktur sepanjang 150 meter yang telah dibangun pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, total akses jalan dari jalan utama menuju areal pertambakan dan perkebunan kini telah berupa rabat beton penuh dengan panjang total 500 meter. Jalan ini kini dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda tiga hingga langsung ke lokasi panen.
Kepala Desa Taman Kuncaran, Yasin, menuturkan bahwa pembangunan ini merupakan realisasi dari aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam Musyawarah Desa (Musdes) tahun 2025. Pembangunan ini dibiayai melalui Anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2026 dengan nilai total Rp 54.583.500,00.
“Jalan ini merupakan nadi ekonomi bagi warga. Tahun lalu kami baru mampu membangun 150 meter dikarenakan keterbatasan anggaran. Namun, tahun ini kami berkomitmen untuk menuntaskannya demi kesejahteraan petani,” ujar Kades Yasin.
Menurut spesifikasi teknis, jalan dibuat dengan lebar 1 meter dan ketebalan 10 cm yang dirancang khusus untuk menampung beban hingga 2 kuintal sekali jalan, cukup memadai untuk mengangkut hasil panen padi, jagung, maupun kopi.
“Kami menekankan pada aspek kualitas dan ketahanan konstruksi. Material dan pelaksanaan diawasi ketat oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) agar infrastruktur ini dapat berfungsi optimal minimal hingga 10 tahun ke depan,” tegasnya.
Keberadaan jalan ini memberikan dampak yang sangat signifikan bagi masyarakat. Selama puluhan tahun, akses jalan yang berbentuk tanah liat menjadi kendala utama. Saat musim kemarau jalan berdebu, dan saat hujan menjadi becek serta berlubang, sehingga kendaraan tidak bisa masuk hingga ke lokasi kebun.
Kondisi tersebut memaksa petani untuk memikul hasil panen dengan jarak tempuh yang cukup jauh, yang tentu saja sangat menguras tenaga dan menambah biaya produksi. Dengan adanya jalan cor beton ini, biaya operasional pertanian dapat ditekan secara signifikan dan hasil panen terjaga kualitasnya.
Jalan sepanjang 500 meter ini melayani akses menuju lahan produktif seluas kurang lebih 15 hektare yang terdiri dari area persawahan dan perkebunan kopi robusta. Dengan selesainya infrastruktur ini menjelang musim panen raya pada bulan Mei hingga Juni, diharapkan produktivitas dan pendapatan petani dapat meningkat.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan ini menerapkan sistem padat karya yang melibatkan tenaga kerja lokal dari warga setempat. Hal ini sejalan dengan prinsip pemanfaatan Dana Desa yang tidak hanya menghasilkan aset fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat melalui penerimaan upah kerja.
Di akhir kunjungan, Kades Yasin menyampaikan rasa syukurnya. Ia mengakui bahwa perubahan kondisi jalan yang sangat drastis dari jalan tanah menjadi rabat beton yang mulus merupakan hal yang sebelumnya sulit dibayangkan.
“Rasanya seperti mimpi menjadi nyata. Dulu kami bahkan tidak berani membayangkan jalan ini bisa semulus ini. Harapan saya, dengan akses yang lancar ini, semangat bertani warga semakin meningkat, produksi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat Desa Taman Kuncaran semakin baik,” pungkasnya dengan penuh harap.
Mak Ila




