Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Momentum Hari Raya Idul Adha dimaknai DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan tidak sekadar sebagai agenda keagamaan tahunan, tetapi juga ruang memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Pada Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini, PDI Perjuangan Kota Pasuruan memastikan distribusi hewan kurban dilakukan secara tepat sasaran dengan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, mulai lingkungan pondok pesantren, panti asuhan, hingga warga di berbagai wilayah Kota Pasuruan.
Penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dengan melibatkan kader partai, warga, serta pengurus lingkungan secara bersama-sama. Suasana kebersamaan dan gotong royong tampak sejak proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban kepada masyarakat penerima manfaat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Mahfud Husairi, ST menegaskan bahwa makna Idul Adha tidak hanya diukur dari jumlah hewan kurban yang disalurkan, melainkan sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
“Yang terpenting bukan hanya jumlah kurban, tetapi bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu kami memastikan distribusi dilakukan tepat sasaran dan menyentuh warga yang membutuhkan,” ujar Mahfud, Selasa (26/05/2026).
Menurut Mahfud yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan Fraksi PDI Perjuangan, tradisi kurban merupakan bagian dari nilai gotong royong yang selama ini terus dijaga dan dirawat bersama rakyat.
“Idul Adha mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Nilai itu yang terus dirawat PDI Perjuangan dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Tatit Panji, S.I.Kom, yang menegaskan bahwa penyaluran hewan kurban bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga wujud kehadiran partai di tengah masyarakat.
Menurutnya, PDI Perjuangan ingin memastikan semangat berbagi benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan dan memperkuat solidaritas sosial.
“Momentum Idul Adha ini menjadi pengingat bahwa politik kemanusiaan harus hadir dalam tindakan nyata. Kurban bukan hanya soal berbagi daging, tetapi bagaimana kita menumbuhkan rasa peduli, mempererat kebersamaan, dan memastikan masyarakat merasakan manfaat secara langsung,” tegas Tatit Panji.
Ia menambahkan, semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus terus dijaga sebagai bagian dari nilai perjuangan yang berpihak kepada rakyat.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga datang dari masyarakat penerima manfaat. Salah satunya disampaikan Moch Syamsudin, warga Kelurahan Wirogunan, yang mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pada momentum Idul Adha kali ini.
“Sebelumnya saya sampaikan terima kasih kepada PDI Perjuangan yang telah membagikan daging. Ini benar-benar bermanfaat, kami bersyukur. Semoga PDI Perjuangan diberikan keberkahan dan seluruh pengurus diberikan kesehatan, amiin,” tuturnya.
DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan memastikan seluruh proses distribusi dilakukan secara tertib dan terdata agar manfaat hewan kurban dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Diketahui, pada Idul Adha 1447 Hijriah, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan sebanyak 468 ekor sapi kurban ke berbagai daerah di seluruh Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, PDI Perjuangan Kota Pasuruan memperoleh dua ekor sapi kurban yang kemudian didistribusikan secara tepat sasaran sebagai bentuk penguatan nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Bagi PDI Perjuangan Kota Pasuruan, kurban bukan sekadar tradisi tahunan maupun seremoni keagamaan. Lebih dari itu, momentum Idul Adha menjadi ruang menghadirkan kepedulian sosial secara nyata agar nilai kebersamaan dan solidaritas tetap tumbuh serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
(Moel)




