Kediri, SuaraRakyat62.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kecamatan Banyakan tetap berjalan normal meskipun bangunan Puskesmas Tiron mengalami kebakaran pada 1 Juni 2026 lalu.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Mas Dhito saat meninjau langsung kondisi Puskesmas Tiron, Selasa (9/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa kebutuhan layanan kesehatan masyarakat tidak boleh terganggu akibat musibah yang terjadi.
Untuk sementara, seluruh pelayanan kesehatan dialihkan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Banyakan. Langkah ini diambil sebagai solusi cepat agar warga dari sembilan desa yang selama ini dilayani Puskesmas Tiron tetap mendapatkan akses layanan kesehatan secara optimal.
“Bangunan ini akan segera direhabilitasi. Setiap harinya pelayanan di sini bisa mencapai sekitar 150 pasien,” ujar Mas Dhito.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kediri telah menyiapkan langkah penanganan dalam dua tahap. Dalam jangka pendek, bangunan yang terdampak kebakaran akan segera direhabilitasi agar dapat kembali digunakan. Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah daerah tengah menyiapkan rencana relokasi dengan mencari lahan baru yang lebih representatif guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
“Untuk jangka panjangnya kita akan mencari lahan baru,” tambahnya.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik pada kulkas penyimpanan obat yang berada di ruang apotek. Akibat insiden tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Meski mengalami kerusakan cukup signifikan, Mas Dhito memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak sampai terhenti. Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan memindahkan seluruh aktivitas pelayanan ke lokasi sementara.
Kepala Puskesmas Tiron, drg. Yermiastuti Ratna, menjelaskan bahwa proses pemindahan layanan dilakukan segera setelah kebakaran terjadi. Dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri serta sejumlah puskesmas lain juga membantu memenuhi kebutuhan obat-obatan dan sarana pelayanan kesehatan.

“Pelayanan tidak ada kendala. Hanya pada hari pertama laboratorium masih terbatas, tetapi memasuki hari kedua seluruh layanan sudah berjalan lancar,” jelasnya.
Ia menambahkan, tingginya jumlah kunjungan pasien yang mencapai sekitar 150 orang per hari membuat fasilitas sementara di Pustu Banyakan diperkuat. Salah satunya dengan penambahan tenda sebagai ruang tunggu untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat saat mengakses layanan kesehatan.
Langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri mendapat apresiasi karena mampu memastikan pelayanan kesehatan tetap berlangsung di tengah kondisi darurat. Di saat yang sama, proses rehabilitasi dan rencana pembangunan fasilitas baru menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Dengan percepatan pemulihan yang tengah dilakukan, Pemerintah Kabupaten Kediri optimistis pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Banyakan akan kembali berjalan lebih optimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
(Red)




