Trenggalek, SuaraRakyat62.com –
Pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Tulungagung resmi digelar di Pendopo Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, pada Selasa (2 Juli 2025). Program ini bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa kepada masyarakat sekaligus menerapkan ilmu yang telah dipelajari di kampus.

KKN UIN Tulungagung tahun ini menyebar ke seluruh desa di wilayah Kecamatan Pogalan, dengan mengusung tema “Literasi Digital Menuju Desa Ramah Lingkungan.” Para mahasiswa akan menggali potensi desa dari berbagai aspek seperti UMKM, kesehatan, pendidikan, perekonomian, dan bidang-bidang lain sesuai jurusan masing-masing.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh Camat Pogalan Dolly Dwi Kurniasari, S.STP, M.AP, Danramil, Kapolsek Pogalan, kepala desa se-Kecamatan Pogalan, perwakilan kepala sekolah, jajaran Forkopimcam, serta pihak LP2M UIN Tulungagung dan seluruh peserta KKN.
Dalam sambutannya, Camat Pogalan Dolly Dwi Kurniasari menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKN ini.
“Kami ucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa UIN Tulungagung. Kami beserta jajaran siap membantu dan mendukung kegiatan ini agar berjalan sukses. Kami juga mohon kepada seluruh pemerintah desa untuk ikut berperan aktif. Semoga KKN ini memberi manfaat, menambah wawasan dan pengalaman bagi adik-adik mahasiswa, serta tetap menjaga etika dan nama baik universitas,” ungkapnya.
Perwakilan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Tulungagung, Dr. Khairul Anam, M.Pd.I, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak demi suksesnya program ini.

“Kami sangat mengharapkan kerjasama dari seluruh unsur terkait agar pelaksanaan KKN ini berjalan lancar. Semoga kehadiran mahasiswa bisa memberi kontribusi dan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Salah satu peserta KKN, Muhammad Zaky Fikri, menegaskan pentingnya pengalaman lapangan yang didapatkan dari kegiatan ini.
“KKN sangat penting untuk menggali dan mengkaji langsung realita masyarakat, serta menjadi kesempatan bagi kami untuk mengaplikasikan ilmu. Tema literasi digital yang kami usung bertujuan untuk mendukung desa agar melek teknologi dan tetap peduli lingkungan,” ujarnya kepada tim media Suara Rakyat 62.
Melalui program ini, diharapkan terjadi sinergi yang baik antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat desa dalam membangun potensi lokal dan menciptakan lingkungan desa yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Pewarta ; Yoyok




