SUARARAKYAT62, MALANG – Jalan Turen sepanjang 6,9 kilometer akhirnya mulus. DPUBM Kabupaten Malang merampungkan pelebaran beton dan lapis aspal 100% pada Selasa 2/6/2026

Kepala DPUBM Khairul Isnaidi Kusuma memastikan proyek sesuai target RPJMD 2021-2026. Fokusnya jelas: menopang pertanian, perikanan, industri, dan pariwisata Malang Selatan.
“Peningkatan jalan Turen 6,9 km sudah tuntas. Kami lakukan pelebaran beton kiri-kanan dan pengaspalan,” kata Khairul.
Warga Desa Sanan masih ingat betul kondisi lama. Jalan sempit, bergelombang. Truk sayur sering telat ke Pasar Induk Gadang. Ongkos angkut membengkak, sayuran cepat layu.
“Sekarang 6,9 km sudah mulus. Petani lebih tenang. Ongkos turun, sayur sampai pasar masih segar,” ujar warga Sanan.
Turen memang lumbung sayur, buah, dan komoditas kebun Malang Selatan. Jalur distribusi dari kebun ke tengkulak hingga pasar sangat tergantung kelancaran jalan.
Khairul menyebut total jalan kabupaten 1.668,762 km. Tingkat kemantapan 72,85%. Angka itu jadi kompas DPUBM menentukan prioritas tiap tahun.
Anggaran terbatas, tapi Pemkab Malang pilih jalan efektif. Sasarannya jalur produksi pertanian, KEK Singosari, KSPN, dan PSN.
“Kalau akses lalu lintas lancar, ekonomi warga otomatis tumbuh,” tegas Khairul.
Jalan Turen nyambung langsung ke Sendang Biru dan Balekambang. Wisatawan diprediksi makin lancar. Nelayan bawa ikan ke TPI juga lebih cepat. Harga jual otomatis lebih baik.
Akses ke KEK Singosari dan kawasan industri Pakisaji juga diprioritaskan. Truk logistik tak boleh kejebak macet di jalan kabupaten.
“Jalan mulus, anak berangkat sekolah pagi-pagi tak khawatir jatuh. Bawa panen pakai pick up juga aman,” kata warga Desa Gedog Kulon.
Warga lain menambah, tengkulak kini gampang masuk desa. Persaingan harga lebih sehat. Ke Kota Malang juga lebih cepat. Urusan ke kantor, RS, atau antar anak sekolah tak was-was lagi.
Khairul menegaskan, jalan memadai untuk memperkuat sentra pangan: pertanian, perikanan, peternakan.
“Program ini untuk pengembangan potensi ekonomi Malang. Semoga memberi dampak positif bagi kesejahteraan warga,” tutupnya.
DPUBM akan terus memetakan ruas prioritas berdasarkan kerusakan, volume lalu lintas, dan kontribusi ekonomi desa. Koordinasi dengan kecamatan, desa, dan kelompok tani jalan terus.(nyak ila,)




