Scroll Untuk Lanjut Membaca
Pawai Obor Akbar Krapyak rejo Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

Pasuruan. Suararakyat62.com

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, warga Kelurahan Krapyak rejo, Kecamatan Gadingrejo, menggelar tradisi pawai obor akbar yang sarat makna dan dilaksanakan dengan penuh semangat. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan secara gotong royong oleh masyarakat bersama Karang Taruna setempat, serta turut dihadiri oleh Lurah Krapyak rejo, Bapak Bayu Wika.

 

Acara dimulai tepat pukul 18.00 WIB dengan keberangkatan dari halaman SDN Krapyak 1. Dikenal juga dengan sebutan oncor-oncoran, tradisi ini telah lama menjadi ciri khas yang menghiasi malam pergantian tahun Islam di berbagai wilayah Pasuruan, khususnya di lingkungan Krapyak rejo. Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, meliputi warga umum, santriwan dan santriwati dari lembaga pendidikan Al-Qur’an, organisasi Nahdlatul Ulama, hingga anak-anak yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk ikut serta meramaikan suasana.

Berlangsung pada malam Senin, 15 Juni 2026 yang bertepatan dengan 1 Muharram 1448 H, rombongan peserta membawa obor menyala dan bergerak berkeliling melintasi jalanan pemukiman serta area persawahan di wilayah kelurahan. Menurut Ketua Karang Taruna setempat, Aji, tradisi ini telah ia ikuti sejak masa kanak-kanak hingga saat ini. Baginya, kegiatan ini merupakan warisan luhur yang memiliki nilai mendalam, sehingga wajib terus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Turut hadir menyaksikan dan memberikan dukungan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, H. Muhammad Khasan, S.E. dari Partai Golkar. Ia menilai bahwa pawai obor bukan sekadar bentuk perayaan semata. Lebih dari itu, tradisi ini merupakan wujud rasa syukur bersama kepada Allah SWT sekaligus sarana memanjatkan doa agar masyarakat senantiasa dikaruniai keselamatan, kedamaian, serta keberkahan di awal tahun yang baru.

 

Lurah Krapyak rejo, Bayu Wika, menyampaikan bahwa semaraknya pelaksanaan tradisi ini menjadi bukti nyata kekayaan budaya bernuansa Islami tetap terpelihara dan lestari di tengah kehidupan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi generasi muda untuk senantiasa melestarikan nilai-nilai luhur warisan leluhur yang mengandung pesan kebaikan. Ia dan seluruh warga juga menyampaikan rasa terima kasih kepada aparat keamanan dan ketertiban, yakni Bapak Babin Krapyak rejo Firman, A.P., Bapak Hasyim, serta petugas Perlindungan Masyarakat, yang telah mengawal jalannya acara sehingga berlangsung aman, tertib, dan khidmat hingga selesai.

 

Yus aw