Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Menteri Sosial RI, Drs. H. Saifullah Yusuf, melakukan kunjungan kerja ke Kota Pasuruan, Rabu (14/5/2025), dengan agenda penting: meninjau langsung kondisi keluarga miskin ekstrem sekaligus memastikan kesiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat, program pendidikan khusus bagi warga termiskin Indonesia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Kota Pasuruan Jadi Proyek Percontohan, Tapi Apakah Sekolah Rakyat Bisa Lawan Akar Kemiskinan?

Didampingi Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dan Wakil Wali Kota M. Nawawi, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat ditujukan untuk anak-anak dari desil 1 (pengelompokan rumah tangga yang memiliki tingkat kesejahteraan paling rendah) yakni 10 persen penduduk dengan tingkat kemiskinan paling ekstrem.

Gus Ipul Menteri Sosial bersama Jajaran Pemerintah Kota Pasuruan saat meninjau kesiapan Sekolah Rakyat

“Sekolah ini bukan untuk yang mampu, tapi untuk mereka yang benar-benar terpinggirkan. Yang selama ini tidak punya akses sekolah,” tegas Gus Ipul.

Berbeda dari sekolah pada umumnya, proses seleksi di Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes akademik. Pemerintah justru akan melakukan survei kondisi keluarga, wawancara dengan orang tua, dan pemeriksaan kesehatan calon siswa. Fokusnya bukan pada nilai, tetapi pada kebutuhan dan keberlangsungan hidup.

Pasuruan dipilih sebagai lokasi percontohan program ini. Fasilitas awal memanfaatkan gedung SDN Kandangsapi I, sementara lahan seluas 8 hektare juga telah disiapkan untuk pembangunan jangka panjang dari jenjang SD hingga SMA.

Mensos bersama jajaran juga meninjau langsung ruang-ruang kelas di SDN Kandangsapi II, Kecamatan Panggungrejo, untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana program yang akan didanai penuh oleh APBN.

Program Sekolah Rakyat adalah bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan ekstrem. Pemerintah menargetkan program ini menjadi jalan keluar bagi anak-anak yang hidup dalam kemiskinan total, agar tetap mendapat pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya maupun syarat yang menyulitkan.

Namun, Gus Ipul juga mengungkap tantangan yang dihadapi di lapangan. Salah satunya adalah membujuk calon siswa dan orang tua mereka agar bersedia mengikuti program SR yang berbasis asrama.

“Kendala utamanya adalah meyakinkan keluarga. Ini konsepnya asrama penuh, dan ini program langsung dari Presiden, didukung oleh beberapa kementerian,” jelasnya.

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyampaikan dukungan penuhnya. “Kami siap menyukseskan program ini. Pendidikan adalah hak semua anak, termasuk yang paling miskin sekalipun,” tegasnya.

Dengan Sekolah Rakyat, pemerintah mengirim sinyal kuat: kemiskinan bukan alasan untuk putus sekolah. Negara hadir di barisan paling depan.


Pewarta ; Moel