Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menunjukkan komitmen serius dalam memajukan dunia sepak bola daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Rusdi Sutejo, langkah konkret dilakukan melalui penyelenggaraan kursus kepelatihan Lisensi D bagi pelatih sepak bola dan Sekolah Sepak Bola (SSB) dari 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Pemkab Pasuruan Gratiskan Kursus Lisensi D, Siapkan Pelatih Sepak Bola Berkualitas di 24 Kecamatan

Kursus tersebut resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, di Hotel Tretes View Prigen, Selasa (28/4/2026) sore.

Dalam sambutannya, Yudha menegaskan bahwa seluruh biaya pelatihan ditanggung oleh APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2026, sehingga para peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara gratis.

“Dalam dua tahun terakhir, hanya Malang dan Kabupaten Pasuruan yang menggelar kursus Lisensi D secara gratis. Ini bentuk komitmen luar biasa dari Bupati Rusdi untuk memajukan sepak bola daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk mencetak pelatih-pelatih kompeten yang nantinya akan membina talenta muda melalui SSB di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.

“Harapannya, anak-anak Pasuruan tidak hanya bisa bermain sepak bola dengan baik, tetapi juga mampu bersaing di level yang lebih tinggi, baik nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Pasuruan, Agus Mashadi, menjelaskan bahwa kursus ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan dan berlangsung selama enam hari, mulai 28 April hingga 3 Mei 2026.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori di dalam kelas serta praktik langsung di lapangan. Kegiatan kelas dilaksanakan di hotel, sedangkan sesi praktik digelar di Lapangan Plumbon, Pandaan.

“Kami menghadirkan coach edukator bersertifikasi yang akan membimbing peserta, mulai dari dasar-dasar kepelatihan hingga metode profesional,” jelas Agus.

Ia menambahkan bahwa lisensi D bukan sekadar formalitas, melainkan bekal penting bagi pelatih dalam membangun karakter, teknik, dan mental pemain muda.

Dengan adanya program ini, Pemkab Pasuruan berharap lahir pelatih-pelatih baru yang mampu mendorong perkembangan sepak bola daerah secara signifikan.

“Diharapkan para peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius. Karena dari sinilah akan lahir pelatih yang mampu mencetak generasi pesepak bola berprestasi dan membawa nama Pasuruan ke level yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Langkah ini menjadi bukti bahwa pembangunan olahraga, khususnya sepak bola, terus mendapat perhatian serius sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing.

 

(Ilham)