Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Semangat melestarikan budaya sekaligus mengasah kreativitas siswa tercermin dalam Lomba Batik Ciprat yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan di Gedung Kesenian Darmoyudho, Rabu (20/8/2025).

Lomba ini diikuti oleh sejumlah SMP di Kota Pasuruan dan melahirkan karya-karya batik yang unik serta sarat makna. Hasilnya, SMPN 1 Kota Pasuruan berhasil meraih Juara 1, disusul SMPN 11 Kota Pasuruan sebagai Juara 2, dan SMPN 10 Kota Pasuruan menempati Juara 3.

Karya batik ciprat dari SMPN 11 Kota Pasuruan mendapat perhatian khusus. Batik ini dikerjakan oleh siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan teknik ciprat dan tetes, mengusung pola laut, ikan, dan akar pohon bakau.
Kepala SMPN 11 Kota Pasuruan, Panca Setia Iriani, M.Pd., menjelaskan bahwa karya siswanya bukan sekadar batik, tetapi juga simbol karakter masyarakat pesisir.
“Warna merah, biru, dan hitam menggambarkan semangat, keteguhan, dan kerja keras masyarakat sekitar pesisir yang tak kenal lelah dalam mencari nafkah. Lewat batik ini, kami ingin menunjukkan bahwa siswa ABK juga mampu berkarya luar biasa,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Lucky Danardono, AP, MM, memberikan apresiasi atas kreativitas siswa dan dedikasi para guru dalam mendampingi mereka.

“Batik ciprat ini bukan hanya karya seni, tetapi juga ekspresi budaya sekaligus sarana pengembangan diri siswa. Kami bangga dengan kreativitas yang ditampilkan, dan ini patut menjadi motivasi bagi sekolah lain,” ungkapnya.
Melalui lomba ini, diharapkan batik ciprat semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya Kota Pasuruan, sekaligus membuktikan bahwa dunia pendidikan bisa menjadi ruang bagi lahirnya karya seni yang bernilai tinggi.
Pewarta ; Moel



