ROKAN HULU, Suararakyat62.com – Kondisi bangunan Puskesmas Tandun II, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, kembali menjadi sorotan. Bangunan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan dan sempat dilakukan perbaikan tersebut kini terlihat mengalami retak-retak pada sejumlah bagian dinding, jumat(21/8/2028).

Informasi yang dihimpun Media Suararakyat62.com, pembangunan awal bangunan tersebut menelan anggaran sekitar Rp583 juta. Namun, setelah mengalami kerusakan, bangunan kembali dilakukan perbaikan dengan anggaran sekitar Rp150 juta.

Ironisnya, setelah dilakukan perbaikan, kerusakan berupa retakan kembali terlihat. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan pembangunan maupun proses perbaikannya.
Dari pantauan di lokasi, terlihat retakan cukup panjang pada bagian dinding bangunan. Retakan juga tampak berada di sekitar sudut bangunan dan area dekat bukaan jendela. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu ketahanan bangunan apabila tidak segera ditangani secara tepat.
Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu, Dr. Bambang Triono, saat dikonfirmasi Media Suararakyat62.com mengatakan dirinya akan terlebih dahulu mencari informasi mengenai pembangunan Puskesmas Tandun II.
“Ya bg Esra…aku cari info dl ttg pembangunan puskesmas Tandun 2 ini…mmg sudah pernah diperbaiki tp masih seperti itu lagi kondisi bangunannya. Terima kasih infonya bg Esra…kami koordinasikan dl dengan pelaksana kmrn,” ujar Bambang.
Bambang juga menjelaskan bahwa bagian sudut bangunan yang mengalami persoalan tersebut merupakan lokasi bekas septic tank. Menurutnya, saat pekerjaan selesai pada waktu itu tidak ditemukan masalah, namun seharusnya terdapat penguatan pada bagian tersebut.

“Pas di sudut bangunan itu bekas septic tank bg Esra…wkt selesai pekerjaan tdk ada masalah apa2…tp harusnya mereka pasang slop disitu utk menahan sudut bangunan itu,” jelasnya.»
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan menghubungi pejabat terkait yang menangani pekerjaan tersebut.
“Aku hub PPK sm PPTK nya ini bang…kebetulan wkt pekerjaan itu aku masih di dinas KB,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tandun II, Taufik, mengaku kecewa melihat kondisi bangunan yang kembali mengalami kerusakan meski sebelumnya telah dilakukan perbaikan.
Menurut Taufik, persoalan pada bagian sudut bangunan tersebut sebenarnya sudah pernah disampaikan. Pihaknya telah mengingatkan agar bagian pondasi di lokasi bekas septic tank benar-benar diperkuat saat dilakukan perbaikan.
Namun, menurutnya, hal tersebut diduga tidak ditangani secara maksimal sehingga kerusakan kembali terjadi.
Salah seorang warga setempat juga meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan begitu saja. Warga berharap aparat penegak hukum (APH) maupun instansi terkait turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan dan proses pekerjaan yang telah dilaksanakan.
“Ini uang negara dan fasilitas kesehatan masyarakat. Kalau memang sudah dua kali rusak, harus dilihat apa penyebabnya. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena pekerjaan yang kualitasnya dipertanyakan,” ujar warga tersebut.
Warga juga meminta agar dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk terhadap spesifikasi pekerjaan, kualitas material, konstruksi pondasi, hingga penggunaan anggaran pembangunan maupun perbaikan.
Menurut warga, apabila ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi atau terdapat kelalaian, pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.

Upaya konfirmasi juga dilakukan Media Suararakyat62.com kepada Imus selaku PPK terkait pekerjaan tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum merespons panggilan konfirmasi.
Namun, Jalal selaku PPTK kala itu menyebut kontraktornya telah dihubungi dan akan segera memperbaikinya untuk kali ke tiga, Sabtu(22/8/2026).
Media Suararakyat62.com akan mengkawal proses perbaikan hingga usai karena adanya beberapa titik retakan yang sewaktu waktu bisa berpotensi roboh.(es)




