Jakarta, SuaraRakyat62.com – Sebuah karangan bunga mencuri perhatian publik saat terpasang sendirian di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin malam (7/7/2025). Karangan bunga tersebut berasal dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan sekaligus Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), Wanto Sugito.

Karangan bunga itu ditujukan kepada Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, M.M., dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya. Dengan latar dominan merahwarna khas PDI Perjuangan terpampang ucapan:
“Selamat Ulang Tahun Sekjen Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, M.M. Tetap Semangat, Satyam Eva Jayate.”
Ucapan tersebut ditandatangani langsung oleh Wanto Sugito, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan.
Saat dimintai keterangan melalui sambungan seluler, Wanto menyampaikan bahwa karangan bunga itu bukan sekadar simbol perayaan ulang tahun, melainkan juga sebagai bentuk penghormatan dan dukungan moral terhadap Sekjen PDI Perjuangan yang dinilai memiliki konsistensi ideologis dan keberpihakan kepada rakyat.
“Ini bukan hanya ucapan ulang tahun, tetapi juga penegasan moral. Bahwa kader ideologis partai harus didukung penuh ketika berdiri di garis kebenaran dan melawan tekanan,” ujar Wanto Sugito kepada awak media SuaraRakyat62.com

Penempatan karangan bunga tepat di depan Gedung KPK dianggap sebagai bentuk simbolis atas sikap solidaritas dan keyakinan terhadap prinsip perjuangan yang diemban oleh Hasto, terutama di tengah dinamika hukum dan politik yang saat ini tengah dihadapinya.
Hasto Kristiyanto selama ini dikenal sebagai tokoh partai yang vokal dalam memperjuangkan agenda reformasi dan penguatan demokrasi. Ia juga kerap tampil sebagai juru bicara partai dalam isu-isu strategis nasional yang menyangkut kedaulatan rakyat dan supremasi konstitusi.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat ada kiriman serupa dari tokoh-tokoh lain di lokasi yang sama. Namun, kehadiran satu-satunya karangan bunga dari Wanto Sugito ini telah cukup menciptakan perbincangan hangat di kalangan publik dan media.
Penulis ; Habil




