Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Malam penuh berkah tercipta di Dusun Ketapan Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Sabtu malam (5/7/2025), saat ratusan warga dari berbagai penjuru menghadiri Gelar Seni Islami yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan. Mengangkat tema “Bersama Majelis Sholawat Cangkir Pasuruan”, kegiatan ini menghadirkan munsyid nasional Mas Lukman Sadewo, yang memimpin lantunan sholawat meresap ke sanubari.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gelar Seni Islami di Desa Pekoren: Rakyat Bergerak, Pemerintah Tak Boleh Abai

Kegiatan diawali dengan sholawat bersama yang membangkitkan semangat spiritual dan ukhuwah di tengah masyarakat. Warga dari berbagai desa hadir membawa keluarga, menandakan antusiasme luar biasa terhadap kegiatan keagamaan berbasis budaya.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh daerah dan unsur pemerintahan, di antaranya:

  1. Zakariya, S.E. – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan (Fraksi Gerindra)
  2. Iptu Yusuf – Wakapolsek Rembang
  3. Dahlani – Kepala Desa Pekoren
  4. Burhan – Perwakilan Serikat Pemuda Rembang (SPR)
  5. Imam Rusdianto – Ketua LSM Cakra Berdaulat
  6. Tokoh agama, TNI, Satpol PP, dan perwakilan masyarakat

Zakariya, S.E., dalam sambutannya menyampaikan kritik membangun dan ajakan serius kepada pemerintah agar tidak sekadar hadir secara formal, tapi juga proaktif membina kehidupan religius masyarakat.

“Jangan sampai kegiatan keagamaan semacam ini hanya hidup karena inisiatif warga dan tokoh lokal. Pemerintah daerah wajib turun tangan baik secara anggaran maupun kebijakan untuk menghidupkan syiar Islam di seluruh desa,” tegas Zakariya.

“Lewat seni islami dan sholawat, kita sedang membangun karakter bangsa. Ini bukan hanya hiburan spiritual, tapi bagian dari revolusi moral di tengah krisis nilai. Mari jadikan kegiatan ini agenda tahunan yang disokong penuh oleh Pemkab,” lanjutnya.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Muhyidin menyampaikan pentingnya menjadikan seni Islami sebagai jalan menyampaikan pesan-pesan Rasulullah.

“Sholawat bukan sekadar tradisi, ini syiar yang membawa rahmat. Mari jaga kampung kita dengan zikir dan cahaya Rasulullah,” serunya.

Iptu Yusuf, Wakapolsek Rembang, menyebut kegiatan ini mendukung ketertiban dan kedamaian masyarakat.

“Kegiatan religius seperti ini sangat positif dalam menciptakan suasana kondusif. Polisi hadir bukan hanya saat masalah, tapi juga mendukung syiar kebaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Dahlani, Kepala Desa Pekoren, menyampaikan rasa bangganya karena desanya dipercaya menjadi lokasi kegiatan keagamaan besar.

“Kami siap terus jadi tuan rumah kegiatan positif seperti ini. Pekoren terbuka untuk segala bentuk syiar dan budaya Islam,” kata Dahlani.

Burhan, perwakilan tokoh pemuda Rembang, mengajak generasi muda untuk lebih aktif dalam kegiatan spiritual.

“Generasi kita haus keteladanan. Lewat sholawat, kita ajak anak-anak muda pulang ke jalan kebaikan,” tegasnya.

Pantauan awak media SuaraRakyat62.com di lokasi, kegiatan ini juga membawa berkah ekonomi. Puluhan pedagang UMKM lokal memadati area acara, mulai dari penjual makanan dan minuman, mainan anak-anak, hingga aksesoris Islami.

“Alhamdulillah, ramai pembeli. Dagangan laris. Ini sangat membantu kami pedagang kecil,” kata salah satu pedagang yang membuka lapak di sekitar lokasi.

Kegiatan Gelar Seni Islami di Pekoren bukan hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga simbol kolaborasi sosial, penguatan budaya Islam, serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Masyarakat berharap kegiatan serupa bisa digelar berkelanjutan dan menyebar ke seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan, dengan dukungan penuh dari pemangku kebijakan.

 

Pewarta ; Zen_Satuman