Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah memadati Kota Pasuruan untuk menghadiri Haul ke-44 KH Abdul Hamid, Selasa (2/9/2025). Acara berlangsung khidmat penuh doa, sekaligus menjadi momentum kebersamaan dan silaturahmi umat.

Jemaah datang tidak hanya dari Pasuruan, tetapi juga dari berbagai kota lain hingga luar pulau. Mereka memadati area Pondok Pesantren (PP) Salafiyah, Jalan KH Abdul Hamid VIII/14, serta memenuhi gang-gang, rumah warga, hingga jalan-jalan sekitar pusat haul, seperti Jalan KH Wachid Hasyim, Jalan Gajah Mada, Jalan KH Abdul Hamid, dan Jalan Sumatera. Kawasan Masjid Agung An-Anwar hingga Alun-alun Pasuruan pun dipenuhi jemaah.

Salah seorang jemaah asal Pandaan, Nuryanto, mengaku sudah tiba sejak malam hari.
“Saya datang sejak malam, tidur di sini, dan sempat ziarah ke makam Mbah Hamid,” tuturnya.
Sementara itu, Hamdi, jemaah asal Pulau Mandangin, Sampang, Madura, bahkan datang bersama ratusan warga lain menggunakan perahu sehari sebelumnya.
“Alhamdulillah, tiap tahun bisa hadir,” ujarnya.

Selain menjadi ajang doa dan silaturahmi, haul ini juga membawa berkah ekonomi bagi warga sekitar. Ratusan pedagang baik lokal maupun musiman kebanjiran rezeki karena dagangan laris manis.
“Ramai, Alhamdulillah,” kata Ngatiman, penjual es degan.

Para tukang parkir, baik yang permanen maupun musiman, juga ikut mendapat keuntungan dari banyaknya jemaah yang hadir.
Acara haul turut dihadiri berbagai tokoh ulama dan pejabat, di antaranya KH Said Agil Husin Al Munawar, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Wakil Wali Kota M Nawawi, serta segenap anggota Forkopimda Kota Pasuruan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Emil Dardak menyampaikan pesan penting tentang menjaga persatuan bangsa.
“Mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas Kota Pasuruan. Kehidupan masyarakat, termasuk penghasilan pedagang, bisa terancam jika suasana tidak aman,” ungkap Emil.

Ia juga mengingatkan bahaya informasi menyesatkan di media sosial serta pentingnya menyampaikan aspirasi secara sehat.
“Kita tidak boleh menganggap kritik itu buruk. Aspirasi boleh disampaikan, sembari tetap waspada terhadap informasi yang menyesatkan,” tegasnya.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menambahkan bahwa haul ini menjadi pengingat penting untuk terus menjaga kebersamaan.
Dengan suasana penuh doa, haul KH Abdul Hamid ke-44 bukan hanya menjadi momen religius, tetapi juga mengikat erat persaudaraan serta menghadirkan berkah bagi masyarakat.
Pewarta; Moel




