Banyuwangi, SuaraRakyat62.com – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan memperkuat konsolidasi dan kolaborasi guna mempercepat pelaksanaan program prioritas kesehatan daerah. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal di tengah keterbatasan kapasitas fiskal pemerintah.

Ajakan tersebut disampaikan Ipuk saat bertemu ratusan stakeholder kesehatan, mulai dari kepala puskesmas, direktur rumah sakit pemerintah dan swasta, pimpinan klinik, rektor perguruan tinggi kesehatan, organisasi profesi kesehatan, hingga perwakilan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, Kamis (2/7/2026).
Menurut Ipuk, tantangan keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, seluruh sumber daya yang dimiliki harus disinergikan agar fokus menyelesaikan persoalan kesehatan yang paling mendesak di Banyuwangi.
> “Saya sudah bertemu dengan stakeholder daerah. Saya minta untuk saling memperkuat konsolidasi dan kolaborasi untuk memastikan semua sumber daya yang ada fokus pada problem kesehatan yang paling penting dan paling mendesak,” ujar Ipuk.
Ia menegaskan, kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, sementara kemampuan fiskal pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki keterbatasan.
> “Maka kita semua harus saling kolaborasi, saling terhubung untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan,” katanya.
Ipuk menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi saat ini memprioritaskan sejumlah program strategis, di antaranya peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit tidak menular, percepatan penanganan tuberkulosis (TB) dan HIV, penguatan layanan kesehatan primer, kesehatan jiwa remaja, serta perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan.
Sebagai Wakil Kepala Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ipuk berharap seluruh institusi kesehatan dapat menyelaraskan program kerja masing-masing dengan agenda prioritas pemerintah daerah agar hasil yang dicapai lebih optimal.
Kepada jajaran rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, Ipuk meminta komitmen untuk menerapkan Zero Penolakan Pasien Gawat Darurat serta memperkuat sistem rujukan yang terintegrasi dengan puskesmas.
Menurutnya, sistem rujukan yang cepat dan terkoordinasi akan mempercepat penanganan pasien, terlebih hampir seluruh rumah sakit dan klinik di Banyuwangi telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Selain itu, perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan juga diminta terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah melalui riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta edukasi publik.
“Kami berharap kampus bisa memperkuat kolaborasi melalui riset, inovasi, pengabdian masyarakat, dan pendampingan program kesehatan,” ujarnya.
Ipuk juga memberikan perhatian khusus terhadap peran puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Ia meminta seluruh kepala puskesmas memperkuat pelayanan promotif dan preventif, termasuk mengoptimalkan fungsi posyandu sebagai pusat deteksi dini berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Saat ini Banyuwangi memiliki lebih dari 2.300 posyandu yang didukung lebih dari 13.000 kader kesehatan. Potensi tersebut dinilai harus dimanfaatkan secara maksimal melalui penguatan kunjungan rumah dan pemantauan aktif terhadap ibu hamil berisiko tinggi, bayi, balita, lansia, serta penderita TB, HIV, hipertensi, dan diabetes.
Tak hanya sektor kesehatan, Ipuk juga meminta para camat menggerakkan pemerintah desa, kelurahan, PKK, tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar turut mendukung pembangunan kesehatan secara menyeluruh.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Suyanto Waspotondo Tondo, menegaskan keberhasilan program prioritas kesehatan sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berterima kasih atas semua kontribusi yang telah diberikan oleh pemangku kesehatan daerah,” ujar Yayan, sapaan akrabnya.
Ia berharap tahun 2026 menjadi momentum konsolidasi pelayanan kesehatan di Banyuwangi dengan semangat bekerja lebih fokus, lebih efisien, dan lebih kolaboratif demi menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas serta mudah diakses seluruh masyarakat.
Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi optimistis berbagai persoalan kesehatan dapat ditangani secara lebih efektif, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
(Red)




