Gresik, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kabupaten Gresik mempercepat pemenuhan kuota peserta didik Sekolah Rakyat dengan menggandeng seluruh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-Kabupaten Gresik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kuota, khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD), terpenuhi sebelum tahun ajaran baru dimulai pada 15 Juli 2026.

Upaya tersebut ditandai dengan sosialisasi penjaringan calon peserta didik yang dipimpin langsung Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik, Rabu (1/7/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh, beserta para pengelola LKSA.
Dari total 270 kuota peserta didik baru yang disiapkan, masing-masing terdiri atas 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Hingga saat ini, kuota SMP dan SMA telah terpenuhi, sementara jenjang SD masih menyisakan 30 kursi yang harus segera diisi.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2. Agar penerimaan peserta didik tepat sasaran, Dinas Sosial membentuk tim verifikasi yang bertugas memvalidasi data calon siswa sesuai kriteria yang telah ditetapkan.
Bupati yang akrab disapa Gus Yani menegaskan, keberadaan LKSA memiliki peran strategis karena selama ini mendampingi anak-anak yang membutuhkan perlindungan sosial sekaligus akses pendidikan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan LKSA dinilai sangat penting agar tidak ada anak yang memenuhi persyaratan namun terlewat dalam proses seleksi.
“Kami berharap LKSA yang telah terakreditasi dapat aktif mengusulkan anak-anak asuh yang memenuhi persyaratan. Ini adalah ikhtiar bersama agar tidak ada kuota yang tersisa dan anak-anak segera memperoleh kesempatan belajar,” ujar Gus Yani.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi seluruh anak, khususnya mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera.
“Kami berharap kuota jenjang SD segera terpenuhi sehingga seluruh peserta didik dapat memulai kegiatan belajar mengajar tepat waktu pada 15 Juli mendatang,” tambah Ketua DPC PDI Perjuangan Gresik tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh LKSA agar proses penjaringan calon peserta didik berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami optimistis sinergi seluruh LKSA akan mempercepat terpenuhinya kuota peserta didik sebelum tahun ajaran baru dimulai,” ujarnya.
Selain fokus pada pemenuhan kuota siswa, Pemerintah Kabupaten Gresik juga terus mematangkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Fasilitas tersebut dirancang melayani jenjang SD, SMP, dan SMA sebagai pengembangan dari Sekolah Rakyat rintisan yang saat ini telah beroperasi untuk jenjang SMA di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu.
Usai kegiatan sosialisasi, Bupati Gus Yani bersama Kepala Dinas Sosial dan para pengelola LKSA meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Raci Tengah. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana sehingga sekolah dapat segera beroperasi dan memberikan layanan pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, Pemkab Gresik berharap Program Sekolah Rakyat mampu menjadi solusi dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik, tanpa ada anak yang kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
(Ani)




