Malang, SuaraRakyat62.com – Kekeringan mulai menyulitkan warga Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Sejumlah sumur warga dilaporkan mengering, sementara debit sumber air terus menyusut di tengah musim kemarau.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Krisis Air Bersih di Pagak Malang, Sanusi Pastikan Penanganan Berlanjut

Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih warga semakin mendesak. Merespons situasi itu, Bupati Malang M. Sanusi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau kondisi masyarakat di wilayah terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, bantuan air bersih dan paket sembako disalurkan kepada warga untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.

Bupati Malang M. Sanusi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Malang siap merespons kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan akibat kekeringan. Menurutnya, penanganan tidak hanya dilakukan melalui bantuan darurat, tetapi juga dengan memastikan wilayah terdampak mendapat perhatian secara berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Malang siap siaga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan air bersih dan sembako ini dapat meringankan beban warga serta memberikan manfaat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya bagi masyarakat Dusun Tempur, Desa Pagak,” ungkap Sanusi saat dikonfirmasi, Selasa (6/10/2026).

Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala BPBD Kabupaten Malang bersama jajaran Forkopimda. Kehadiran pemerintah di lokasi sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber air akibat musim kemarau.

Sebagai langkah awal penanganan, bantuan air bersih disalurkan menggunakan armada tangki ke wilayah terdampak. Selain itu, paket sembako diberikan kepada warga untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kondisi kekeringan berlangsung.

Sanusi menegaskan, penanganan kekeringan tidak berhenti pada distribusi bantuan air bersih. Pemerintah Kabupaten Malang melalui BPBD akan terus melakukan pemetaan terhadap wilayah yang mengalami krisis air serta mengatur pendistribusian air secara berkala berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat sejumlah wilayah di Malang Selatan kerap menghadapi persoalan kekeringan ketika musim kemarau. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang harus mendapatkan perhatian secara berkelanjutan.

Karena itu, selain penanganan jangka pendek melalui distribusi air bersih, pemerintah juga perlu menyiapkan langkah jangka panjang untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber air yang lebih aman dan berkelanjutan.

Pemkab Malang juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat penanganan wilayah rawan kekeringan. Koordinasi tersebut mencakup upaya mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan ketersediaan air di kawasan yang rutin terdampak kemarau.

“Kami berjanji terus memberikan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan bagi seluruh wilayah yang mengalami krisis air,” pungkas Sanusi.

 

(Mak Ila)