Morotai, SuaraRakyat62.com — Halaman Kantor Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, tampak memprihatinkan. Semak belukar dan rumput liar tumbuh subur di bagian belakang gedung, menciptakan kesan kumuh dan tidak terawat. Pemandangan ini dinilai mencoreng citra pusat pemerintahan kabupaten.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Miris! Kantor Bupati Morotai Lebih Mirip Lahan Liar Ketimbang Pusat Layanan

Pantauan SuaraRakyat62 pada Kamis (10/7/2025) menunjukkan bahwa area yang seharusnya bersih dan tertata sebagai wajah pelayanan publik justru terabaikan dalam hal kebersihan dan estetika lingkungan.

Salah satu warga, Rusdi, yang dijumpai di lobi kantor Bupati menyampaikan keprihatinannya.

“Kalau kita mau urus surat atau ketemu pejabat, tapi halaman kantor kotor begini, rasanya kurang nyaman. Harusnya bisa jadi tempat duduk santai sambil menunggu, tapi ini malah rumput liar di mana-mana,” ujarnya.

Rusdi juga menambahkan, bukan hanya halaman kantor Bupati yang perlu perhatian, tetapi seluruh fasilitas publik di pusat kota juga memerlukan penataan ulang.

“Taman Kota Daruba, tugu Pancasila, tugu Bintang, trotoar, dan pagar-pagar rusak harus diperhatikan juga. Kalau semuanya rapi, Morotai pasti lebih indah dan membanggakan,” tegasnya.

Sorotan juga datang dari pemerhati lingkungan dan kebijakan publik Maluku Utara, Dr. Rahmad Lestaluhu. Ia menyayangkan kondisi tersebut yang menurutnya menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah daerah terhadap tata kelola ruang publik.

“Kantor Bupati adalah simbol pemerintahan dan harus menjadi contoh dalam penataan dan kebersihan. Jika kantor pusat kabupaten saja tidak terurus, bagaimana dengan fasilitas publik lainnya? Ini soal tanggung jawab moral dan administratif,” ujar Rahmad.

Menurutnya, Pemkab Morotai harus segera menginstruksikan perangkat teknis seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perumahan-Kawasan Permukiman untuk melakukan pembersihan berkala dan revitalisasi area publik.

“Masalah ini bukan sekadar estetika, tapi juga menyangkut psikologi pelayanan publik. Ruang yang rapi menciptakan pelayanan yang lebih positif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai maupun Dinas terkait mengenai kondisi tersebut dan langkah perbaikan yang akan diambil.

 

Pewarta ; Irjan_Nyong