Trenggalek, SuaraRakyat62.com – Cabang olahraga (cabor) mixed martial arts (MMA) Trenggalek menunjukkan perkembangan positif meski tergolong baru. Dari 12 atlet yang diturunkan dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) MMA Jawa Timur 2026, tim Trenggalek berhasil meraih 10 medali, terdiri dari dua emas, dua perak, dan enam perunggu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
MMA Trenggalek Curi Perhatian di Kejurprov Jatim, 12 Atlet Bawa Pulang 10 Medali

Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Ketua KONI Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi. Menurutnya, capaian itu menjadi indikator bahwa pembinaan MMA di Trenggalek mulai menunjukkan hasil meski cabor tersebut baru berkembang sekitar dua tahun.

“Ini luar biasa. Karena meski masih baru, MMA Trenggalek mampu unjuk gigi di level regional tingkat Jawa Timur. Ini berkat sentuhan para pelatih juga dan tentunya kerja keras latihan para atlet,” kata Doding Rahmadi saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2026).

Kejurprov MMA Jatim 2026 digelar di GOR Soekarno-Hatta, Kota Blitar, pada 17-20 September 2026. Dalam ajang tersebut, Trenggalek menurunkan 12 atlet putra dan putri dari sejumlah kelas pertandingan, termasuk kategori pemula.

Doding menilai raihan tersebut menjadi catatan positif bagi perkembangan MMA di Trenggalek. Pasalnya, cabor tersebut baru dibentuk sekitar 2024, namun para atletnya sudah mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Dan tak pernah menyangka ternyata atlet MMA Trenggalek mampu bersaing dengan daerah-daerah lain di Jawa Timur,” ujarnya.

Menurut Doding, raihan 10 medali tidak hanya menjadi hasil dari Kejurprov, tetapi juga dapat menjadi modal untuk menghadapi agenda olahraga berikutnya.

Dua kompetisi yang menjadi sasaran pembinaan selanjutnya adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

“Dengan raihan ini setidaknya menjadi modal untuk turun di Popda dan Porprov nanti,” katanya.

Meski demikian, Doding mengingatkan para atlet dan pelatih agar tidak cepat berpuas diri. Hasil di Kejurprov diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas latihan dan menjaga kesinambungan pembinaan atlet.

Sebagai induk organisasi olahraga di daerah, KONI Trenggalek berupaya mempertahankan program pembinaan meski menghadapi keterbatasan anggaran.

Doding mengakui efisiensi anggaran turut berdampak terhadap dukungan hibah bagi KONI maupun organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, kondisi tersebut dinilai tidak seharusnya menghentikan pembinaan atlet.

Menurutnya, prestasi yang diraih MMA Trenggalek justru menjadi dorongan untuk menjaga program pembinaan olahraga tetap berjalan.

“Capaian ini menjadi penyemangat. Maka dari itu saya menyambut atlet dan bangga,” ujar Doding.

Dengan torehan dua emas, dua perak, dan enam perunggu, MMA Trenggalek kini memiliki modal awal untuk menatap kompetisi berikutnya. Tantangan selanjutnya adalah menjaga kesinambungan pembinaan, meningkatkan kualitas latihan, serta mempersiapkan atlet menghadapi Popda dan Porprov Jatim 2027.

 

(Wardoyo)