Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Dinas Kesehatan Kota Pasuruan memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 melalui kegiatan edukasi dan kampanye kesehatan publik di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (1/12/2025). Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai HIV/AIDS sekaligus memperkuat komitmen layanan kesehatan yang berkelanjutan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Peringati HAS 2025, Kota Pasuruan Perkuat Akses Layanan HIV dan Perangi Stigma

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, MM, narasumber dari Jember, komunitas peduli HIV/AIDS, serta para pegiat Pelayanan Peduli HIV/AIDS Kota Pasuruan. Kegiatan ini berhasil mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu tujuan, yaitu menekan laju penyebaran HIV/AIDS dan menghilangkan stigma sosial terhadap para penyintas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, MM

Tahun ini, peringatan HAS mengusung tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”, yang dinilai sangat relevan dengan tantangan kesehatan global. Tema tersebut menekankan perlunya kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan komunitas untuk memastikan layanan HIV tetap berjalan optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, dalam sambutannya menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah terhadap layanan HIV/AIDS tidak berhenti pada seremoni semata. Ia menyampaikan bahwa masyarakat kini dapat mengakses layanan pengobatan HIV secara mudah dan terukur di delapan puskesmas, RSUD dr. R. Soedarsono, dan RS Graha Sehat Medika.

“Kami memastikan bahwa seluruh layanan HIV di Kota Pasuruanm tetap berjalan, mudah diakses, dan tidak terganggu oleh perubahan apa pun. Prioritas kami adalah menjaga kesinambungan pengobatan serta mendorong masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan,” tegas dr. Shierly.

Ia juga menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap penyintas HIV/AIDS.

“Stigma dan diskriminasi adalah musuh terbesar. Kami ingin masyarakat memahami bahwa HIV bisa dikendalikan. Orang dengan HIV berhak mendapatkan dukungan, bukan penolakan,” ujarnya.

Peringatan ini juga menjadi pengingat atas target global mengakhiri epidemi AIDS pada 2030, termasuk sasaran 2025 untuk memastikan 95 persen orang dengan HIV terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan. Dinas Kesehatan menyampaikan optimisme bahwa target tersebut dapat dikejar dengan kolaborasi lintas sektor.

Selain penyampaian materi dan kampanye edukatif, kegiatan ini turut diwarnai sesi berbagi pengalaman dari komunitas peduli HIV/AIDS yang memberikan perspektif lebih humanis mengenai tantangan dan perjalanan hidup para penyintas.

Sebagai bentuk ekspresi solidaritas, peringatan HAS ditutup dengan fashion show komunitas peduli HIV/AIDS, yang mayoritas diikuti oleh para waria. Penampilan tersebut menjadi simbol inklusivitas dan keberanian untuk tampil tanpa rasa takut terhadap stigma sosial.

Acara kemudian diakhiri dengan pembagian hadiah bagi peserta yang terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan. Seluruh agenda berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Peringatan Hari AIDS Sedunia di Kota Pasuruan kembali menegaskan bahwa melawan HIV/AIDS membutuhkan kerja bersama. Dengan layanan kesehatan yang mudah diakses, sikap sosial yang inklusif, dan komitmen pemerintah yang kuat, Kota Pasuruan terus melangkah menuju masa depan bebas epidemi AIDS.

 

 

(Sofyan)