Kota Malang, SuaraRakyat62.com – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Polresta Malang Kota bersinergi dengan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in menggelar kegiatan tanam jagung serentak se-Jawa Timur, Rabu (6/8), di wilayah Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Penanaman jagung dilakukan di lahan milik KH. A. Achmad Toha Mahfud (Gus Toha Mahfud), pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in, seluas 500 meter persegi, dengan target total lahan 4.900 meter persegi. Kegiatan ini juga melibatkan petani lokal, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga para santri sebagai wujud nyata kolaborasi lintas elemen.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, menjelaskan bahwa keterlibatan pondok pesantren dalam kegiatan tanam jagung ini merupakan bagian dari strategi mempercepat pencapaian ketahanan pangan nasional.
“Kami menggandeng pesantren, tokoh agama, petani dan mahasiswa untuk menanam jagung serentak sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden dalam ketahanan pangan,” ujarnya.
Kapolresta juga menyebut bahwa kegiatan ini sejalan dengan target pemerintah untuk menanam jagung di lahan seluas 1 juta hektare dengan produksi 4 juta ton. Ia mendorong semua pihak untuk mengoptimalkan lahan produktif, termasuk yang dimiliki pesantren.
Gus Toha Mahfud menyambut baik kerja sama ini. Ia menyatakan bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung sektor pertanian.
“Lahan kami insyaallah akan dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan. Ini juga mendidik santri agar lebih peduli pada pertanian,” tutur Gus Toha.
Dari lahan 500M² yang ditanami, diperkirakan dapat menghasilkan panen antara 300–400 kg jagung kering pipil. Sementara itu, sisa lahan seluas 4.400M² siap digarap untuk perluasan tanam berikutnya.
Acara tanam jagung ini juga dihadiri oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, anggota Komisi D DPRD Kota Malang, tokoh masyarakat, petani dari lima kecamatan, serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).
Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional melalui ketahanan pangan.
Penulis ; Mak Ila
Sumber ; Humas Polres Malang Kota




