Polsek Tapung
SUARARAKYAT62, TAPUNG HULU – Jajaran Polsek Tapung Hulu bergerak cepat menindaklanjuti keresahan masyarakat terkait dugaan makanan tidak layak konsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 016 Desa Kusau Makmur, Selasa (21/04/2026).

Mediasi dan klarifikasi digelar di ruang guru sekolah tersebut, melibatkan unsur kepolisian, pemerintah kecamatan, pihak sekolah, serta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kapolsek Tapung Hulu Iptu Riko Rizki Mazri, SH., MH., diwakili Kanit Reskrim Ipda Zulkarnaini.
Dalam arahannya, Ipda Zulkarnaini menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam penyajian makanan. Ia mengingatkan agar pengelola tidak lalai karena menyangkut kesehatan siswa dan berpotensi memicu gejolak sosial di masyarakat.
“Kami minta dilakukan evaluasi menyeluruh. Jangan sampai kejadian serupa terulang dan menimbulkan keresahan yang dapat mengganggu kondusivitas wilayah,” tegasnya.
Suasana mediasi sempat memanas saat pihak sekolah mengungkap sejumlah persoalan yang terjadi selama sepekan terakhir, mulai dari nasi yang tidak matang hingga dugaan masalah higienitas makanan. Insiden ditemukannya belatung disebut sebagai puncak dari rangkaian keluhan tersebut.
Sementara itu, penjelasan dari pihak kecamatan terkait dugaan sumber masalah sempat mendapat reaksi dari dewan guru. Hal ini menunjukkan tingginya kekecewaan terhadap kualitas pengawasan program.
Menanggapi hal tersebut, pihak pengelola SPPG Desa Sumber Sari menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh terhadap manajemen serta kualitas penyajian makanan.
Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat program MBG merupakan kebijakan strategis nasional. Diharapkan pihak terkait segera mengambil langkah tegas agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga dan pelaksanaan program berjalan sesuai standar kesehatan dan keselamatan.
(Humas Polres Kampar)
Editor:Esra




