Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai bentuk penguatan pelaksanaan program tersebut, Pemkab Pasuruan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) MBG yang berlangsung di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Kantor Bupati Pasuruan, Kamis (11/6/2026).

Rakor dibuka langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, dan dihadiri oleh Satgas MBG, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Koordinator Wilayah SPPG, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), mitra SPPG, pengawas, serta para ahli gizi yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rusdi Sutejo menandatangani pakta integritas bersama perwakilan mitra SPPG Kabupaten Pasuruan sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan program sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Selain itu, dilakukan pula peluncuran secara virtual mobil operasional Satgas MBG dan peresmian Ruang Sekretariat Satgas MBG Kabupaten Pasuruan.
Bupati Rusdi menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan, tetapi juga oleh kualitas pelayanan, pengawasan yang berkelanjutan, serta koordinasi yang kuat antar seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, program yang menjadi salah satu prioritas nasional tersebut harus dijalankan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami berharap seluruh mitra maupun kepala SPPG dapat melaksanakan seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh BGN. Program ini sangat baik dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, sehingga harus dijalankan sesuai koridor dan aturan yang berlaku,” tegas Rusdi.
Ia menjelaskan, keberadaan Satgas MBG beserta mobil operasional yang baru diluncurkan akan menjadi instrumen penting dalam memperkuat pengawasan di lapangan. Dengan fasilitas tersebut, tim Satgas yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan dapat lebih optimal melakukan monitoring terhadap seluruh aktivitas dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah.
“Mobil operasional ini akan mendukung tugas Satgas dalam melakukan pengawasan langsung ke dapur-dapur SPPG. Tujuannya agar seluruh layanan dan kegiatan benar-benar berjalan sesuai standar yang telah ditentukan,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rakor, hingga saat ini terdapat lebih dari 100 SPPG yang telah aktif melayani masyarakat di Kabupaten Pasuruan. Program tersebut terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan gizi bagi para penerima manfaat.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Pasuruan, Aisha Rahma, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 130 SPPG yang telah terdaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 109 unit telah beroperasi, sedangkan sisanya masih dalam proses persiapan dan pengembangan.
Menurut Aisha, terdapat tiga aspek utama yang harus dipenuhi agar sebuah SPPG dapat beroperasi secara ideal, yaitu kelengkapan infrastruktur, kualitas menu yang disajikan, dan kelayakan operasional.
“Ketiga aspek tersebut sangat menentukan kualitas pelayanan. Jika salah satu tidak terpenuhi, maka akan berdampak pada kinerja relawan, kualitas menu, hingga pelayanan kepada penerima manfaat,” jelasnya.
Aisha juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengawasi jalannya program dengan menyampaikan saran, kritik, maupun masukan kepada pengelola SPPG apabila ditemukan kekurangan di lapangan.
Sementara itu, Bupati Rusdi Sutejo menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program distribusi makanan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
“Program ini adalah investasi untuk masa depan. Anak-anak yang sehat dan tercukupi gizinya akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, produktif, dan mampu bersaing. Karena itu, seluruh pihak harus menjaga kualitas pelaksanaannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Rusdi.
Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan MBG, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, ahli gizi, relawan, hingga para mitra SPPG yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Dengan semakin bertambahnya jumlah SPPG yang beroperasi dan diperkuat oleh sistem pengawasan yang lebih baik, Pemerintah Kabupaten Pasuruan optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan, tetapi juga dari kualitas pelayanan, ketepatan sasaran, serta dampaknya terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Dengan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Pasuruan diharapkan mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaan program MBG yang transparan, profesional, dan benar-benar memberikan manfaat bagi generasi masa depan.
(Yus)




