Morotai, SuaraRakyat62.com — Pulau Tabailenge, salah satu destinasi wisata alami di utara Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, kini berada dalam ancaman serius. Pulau kecil yang terletak di bibir Samudra Pasifik ini terus mengalami abrasi pantai hingga luas daratannya menyusut drastis dari tahun ke tahun.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Pulau Cantik Tabailenge Terancam Hilang, Abrasi Kian Menggerus Ikon Wisata Morotai

Pulau Tabailenge merupakan bagian dari gugusan 33 pulau kecil yang mengelilingi Pulau Morotai. Keindahan pasir putih, terumbu karang, serta kekayaan hayati menjadikan pulau ini sebagai salah satu ikon wisata bahari Morotai. Namun pesona tersebut kini terancam hilang akibat hantaman ombak yang tak terbendung.

Salah satu tokoh pemuda Bere-Bere, Rinto, mengungkapkan bahwa abrasi telah menggerus Pulau Tabailenge secara signifikan sejak awal tahun 2000-an.

“Tahun 2000 pulau ini masih sangat alami. Panjang dan kelilingnya sekitar 2.100 meter. Sekarang kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Rinto saat ditemui di Pulau Tabailenge, Selasa (16/12/2025).

Menurutnya, abrasi pantai yang terus berlangsung menyebabkan pasir putih dan pepohonan di sepanjang bibir pantai hilang satu per satu. Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh pemuda setempat melalui pembentukan komunitas Pecinta Alam Bere-Bere pada 2003 dengan melakukan penanaman pohon.

Namun, kuatnya abrasi membuat usaha tersebut belum mampu menahan laju kerusakan. Bahkan bangunan setapak beton yang pernah dibangun di pulau itu hancur diterjang ombak.

“Pada 2014 luas pulau tersisa sekitar 1.100 meter. Tahun 2025 ini tinggal sekitar 400 meter panjangnya dan lebar kurang lebih 100 meter,” jelasnya.

Selain abrasi alami, Rinto juga menyoroti ulah manusia yang memperparah kerusakan lingkungan. Penebangan pohon secara ilegal di masa lalu menyebabkan hilangnya vegetasi pelindung pantai serta habitat satwa liar.

“Dulu di sini ada pohon bintangor dan satwa seperti burung maleo serta merpati putih. Sekarang habitatnya banyak yang hilang,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan segera mengambil langkah serius untuk menyelamatkan Pulau Tabailenge dari kehancuran total.

“Kalau pulau ini tidak segera diperhatikan, maka yang tersisa hanya cerita. Anak cucu kita kelak tidak akan lagi melihat keindahan Tabailenge,” tandas Rinto.

Pulau Tabailenge kini menjadi alarm penting bagi Morotai. Tanpa upaya mitigasi abrasi dan perlindungan ekosistem yang berkelanjutan, pulau cantik di utara Pasifik ini terancam lenyap ditelan waktu.

 

(Irjan_Nyong)