Scroll Untuk Lanjut Membaca
Warga Laporkan Kondisi Kali Depan SMPN 5 Kota Pasuruan, Pemerintah Bergerak Cepat

PASURUAN, SUARARAKYAT62.COM — Salah satu warga Kota Pasuruan dengan akun Facebook Satrya Budi Utama melaporkan kondisi sungai di depan SMPN 5 Kota Pasuruan yang penuh dengan tumpukan sampah, aliran air tersumbat, serta menimbulkan bau tidak sedap. Kondisi tersebut juga dikeluhkan karena menyebabkan banyaknya nyamuk di sekitar lokasi.

Laporan itu ditujukan langsung kepada Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di bawah koordinasi Kabid LAMI.

Informasi tersebut dipublikasikan pada Kamis (27/11) melalui media sosial. Tidak membutuhkan waktu lama, pihak terkait langsung merespons. Pada Jumat pagi, petugas turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan dan penanganan awal agar kondisi sungai kembali normal dan tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Tindakan respons cepat ini mendapat apresiasi dari warga, khususnya mereka yang tinggal di sekitar lokasi yang terdampak.

Satrya Budi Utama, warga yang pertama kali melaporkan kondisi sungai tersebut, mengatakan bahwa kondisi tumpukan sampah dan air tersumbat sudah berlangsung cukup lama. Ia berharap pemerintah lebih rutin melakukan pemantauan dan penanganan.

“Kondisi sungai di depan SMPN 5 ini sudah lama kotor dan tersumbat. Baunya menyengat, apalagi saat sore atau malam hari. Banyak nyamuk juga, jadi kami khawatir jika dibiarkan bisa menimbulkan penyakit. Makanya saya sampaikan laporan ini ke pemerintah supaya segera ditangani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lingkungan Air dan Drainase (LAMI) Dinas PUPR Kota Pasuruan, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim lapangan setelah menerima laporan dari warga.

“Begitu laporan masuk, kami langsung lakukan pengecekan dan menurunkan petugas untuk membersihkan sampah yang menyumbat aliran air di lokasi tersebut. Kami pastikan penanganan dilakukan secara bertahap agar aliran kembali normal,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air.

“Kami berterima kasih kepada warga yang aktif memberikan informasi. Namun kami juga mengingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga tanggung jawab bersama. Kalau saluran air dijaga bersama, kejadian seperti ini bisa dicegah,” tambahnya.

Kabid PUPR menegaskan bahwa pihaknya akan menjadwalkan pemeliharaan rutin di sejumlah titik rawan penyumbatan agar kejadian serupa tidak terulang.

Satrya juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah yang langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

“Alhamdulillah responnya cepat. Tidak sampai besok, pagi ini petugas sudah turun membersihkan. Kami berharap ke depannya dilakukan perawatan rutin supaya tidak kembali menumpuk,” tambahnya.

Penulis : Abdul Khalim