Scroll Untuk Lanjut Membaca
Kabel Wifi Maut di Mayangan Nyaris Renggut Nyawa Siswa, Aparat dan Pemkot Kemana?

PASURUAN, SUARARAKYAT62.COM

Keselamatan publik kembali dipertaruhkan. Insiden kabel WiFi yang menjerat leher seorang siswa di Jalan Laksda Martadinata, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan pada Sabtu pagi (11/4), menjadi bukti nyata buruknya pengawasan infrastruktur utilitas di Kota Pasuruan.

Korban yang saat itu hendak berangkat ke sekolah nyaris mengalami cedera serius akibat kabel yang terputus dan menjuntai rendah di badan jalan.

Peristiwa ini bukan hanya mengejutkan, tetapi juga memperlihatkan potensi bahaya laten yang selama ini diabaikan.

Yang lebih memprihatinkan, hingga saat ini tidak ada satu pun pihak provider Wifi yang muncul untuk bertanggung jawab. Tidak ada klarifikasi dari penyedia layanan internet, tidak ada penertiban dari dinas terkait, dan tidak terlihat langkah cepat dari aparat penegak hukum.

Kondisi ini memicu kemarahan keluarga korban yang tak lain adalah Mulyadi, Anggota DPRD Kota Pasuruan. Mulyadi selaku ayah korban menilai insiden tersebut merupakan bentuk kelalaian fatal yang seharusnya bisa dicegah jika pengawasan dilakukan secara serius.

“Ini bukan sekadar kecelakaan. Ini kelalaian. Kabel terputus di jalan umum, tapi tidak ada yang mengawasi. Kalau sampai anak kami terluka parah atau meninggal, siapa yang bertanggung jawab?” tegas Muluadi pada Suararakyat62.com.

Sorotan kini mengarah pada Pemerintah Kota Pasuruan dan instansi teknis yang dinilai gagal memastikan standar keamanan pemasangan jaringan utilitas.

Lemahnya pengawasan membuka ruang bagi praktik pemasangan kabel tanpa kontrol yang berpotensi mengancam nyawa pengguna jalan.

Selain itu, aparat penegak hukum juga didesak tidak tinggal diam. Insiden ini dinilai memiliki unsur kelalaian yang bisa diproses secara hukum, mengingat dampaknya yang membahayakan keselamatan publik.

Jika tidak segera ditindaklanjuti, peristiwa ini berpotensi menjadi preseden buruk, di mana keselamatan warga dikorbankan akibat pembiaran, sementara pihak yang bertanggung jawab terus bersembunyi tanpa konsekuensi.

Publik kini menunggu apakah aparat dan pemerintah akan bertindak, atau kembali membiarkan potensi maut bergelantungan di atas jalanan kota?

Penulis : Abdul Khalim