Surabaya, SuaraRakyat62.com – Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menegaskan komitmennya sebagai kampus yang “berdampak dan membangun negeri” melalui kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Pasuruan dan Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di Bangsal Pancasila UWKS, Jumat (24/10/2025), dan dihadiri oleh Rektor UWKS Prof. Dr. Ir. Rr. Nugrahini Susantinah Wisnujati, M.Si, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, S.T.P., M.Si, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, S.T., M.H, serta jajaran pimpinan universitas, dekan, dosen, dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Rektor UWKS Prof. Nugrahini menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen UWKS untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintahan daerah.
“Kampus tidak boleh hanya menjadi menara gading yang jauh dari masyarakat. Kami ingin ilmu pengetahuan yang dikembangkan di UWKS benar-benar memberi manfaat nyata, menjadi solusi, dan mendukung kebijakan publik yang berbasis riset,” ujarnya.

Rektor UWKS juga menambahkan bahwa melalui kerja sama ini, pihaknya ingin mendorong lahirnya program inovatif yang dapat membantu pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
MoU tersebut mencakup berbagai bidang strategis yang saling mendukung, di antaranya:
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah melalui pelatihan, pendidikan, dan pendampingan teknis;
- Penelitian bersama antara akademisi dan pemerintah untuk menghasilkan kebijakan berbasis data dan inovasi teknologi terapan;
- Pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberi kesempatan mahasiswa UWKS belajar langsung di instansi pemerintah daerah;
- Pertukaran informasi ilmiah dan data riset yang dapat memperkaya wawasan akademik dan memperkuat kebijakan publik di tingkat daerah.

Kerja sama ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menilai kerja sama dengan UWKS sebagai langkah penting untuk menghadirkan kebijakan daerah yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

“Ilmu pengetahuan dan riset harus hadir di tengah masyarakat. Kampus seperti UWKS punya peran penting membantu pemerintah daerah menemukan solusi untuk masalah-masalah nyata di lapangan, seperti pengelolaan lingkungan, ekonomi kreatif, hingga tata kelola sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo memberikan apresiasi tinggi atas langkah UWKS yang membuka ruang kerja sama lintas sektor. Ia menyebut bahwa sinergi ini sangat relevan dengan visi pembangunan Kota Pasuruan yang menekankan inovasi dan kolaborasi.

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis pengetahuan. Dunia akademik memiliki kemampuan riset dan inovasi yang bisa mempercepat kemajuan daerah,” kata Adi Wibowo.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkot Pasuruan terus mendorong pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi untuk pengembangan potensi lokal, termasuk di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan digitalisasi pelayanan publik.

“Kami percaya, kolaborasi antara pemerintah dan kampus seperti UWKS akan menghadirkan solusi konkret dan memperkuat kapasitas SDM lokal. Dengan riset yang tepat, kebijakan akan lebih efisien, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UWKS bertema “Kepemimpinan Transformasional dan Pemanfaatan Potensi Daerah dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.”

Seminar ini menghadirkan dua kepala daerah tersebut sebagai pembicara utama. Diskusi berlangsung hangat dan inspiratif, membahas bagaimana gaya kepemimpinan adaptif dan berbasis data dapat mempercepat inovasi serta mendorong sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
Dalam sesi tersebut, Wali Kota Adi Wibowo juga menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berani melakukan perubahan dan membuka ruang kolaborasi lintas sektor.

“Kepemimpinan transformasional bukan hanya soal mengelola pemerintahan, tapi juga tentang membangun kepercayaan, menciptakan ruang partisipasi, dan memastikan pembangunan membawa manfaat bagi semua,” ujarnya di hadapan peserta seminar.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta antusias mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Salah satunya adalah Dhini, mahasiswa Fakultas Ekonomi UWKS, yang menanyakan strategi konkret pemerintah daerah dalam memanfaatkan hasil riset kampus agar benar-benar bisa diterapkan di masyarakat.

“Selama ini banyak hasil penelitian kampus yang bagus, tapi tidak selalu terserap oleh pemerintah daerah. Bagaimana cara pemerintah, khususnya Kota Pasuruan, menjembatani hal tersebut agar riset mahasiswa bisa memberikan manfaat nyata?” tanya Dhini.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Adi Wibowo menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Pasuruan tengah mengembangkan mekanisme kolaborasi riset berbasis kebutuhan daerah.
“Pertanyaan yang sangat bagus. Saat ini kami sedang membangun sistem riset terapan yang menghubungkan kampus dengan dinas teknis. Jadi, setiap penelitian yang dilakukan mahasiswa dapat diarahkan pada isu prioritas daerah, misalnya pengelolaan UMKM, ekonomi kreatif, atau tata kelola lingkungan,” jelas Adi.

Ia menegaskan, pemerintah daerah terbuka bagi mahasiswa untuk melakukan magang dan penelitian langsung di lapangan, sehingga hasil akademik dapat menjadi dasar bagi kebijakan publik.
“Kami ingin hasil riset kampus menjadi pijakan kebijakan nyata, bukan sekadar dokumen akademik. Inilah wujud kolaborasi yang berdampak,” tambahnya

Acara ditutup oleh Rektor UWKS Prof. Nugrahini, yang menekankan bahwa MoU ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah awal dari kerja nyata antara kampus dan pemerintah daerah.
“Kami ingin kemitraan ini terus berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan. Kampus harus menjadi bagian dari solusi pembangunan, bukan hanya pengamat. Inilah makna sejati dari Kampus Berdampak,” tutupnya.

Kolaborasi antara Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Pemerintah Kota Pasuruan, dan Pemerintah Kabupaten Ngawi menandai babak baru dalam sinergi antara dunia akademik dan pemerintahan. Melalui riset, inovasi, dan penguatan SDM, kerja sama ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan dapat menjadi motor penggerak utama pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Pewarta; Suliani




