Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com — Pemerintah Kota Pasuruan semakin menguatkan komitmennya menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan melalui program PASS TEMENAN (Kota Pasuruan Siap Sigap dalam Kegiatan Bersama Melawan Kekerasan). Program ini merupakan kewajiban bagi seluruh satuan pendidikan jenjang dasar dan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan hingga penanganan kekerasan di lingkungan sekolah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Dinas Pendidikan Kota Pasuruan Kukuhkan PASS TEMENAN untuk Perkuat Sistem Pencegahan Kekerasan di Sekolah

Kegiatan penguatan dan pengukuhan PASS TEMENAN angkatan 2025 digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan di Lapangan SMPN 11 Kota Pasuruan, Kamis (27/11/2025). Seluruh kepala sekolah SMP negeri hadir.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Lucky Danardono, AP.M., menegaskan bahwa PASS TEMENAN merupakan implementasi langsung dari amanah Kemendikdasmen mengenai sekolah ramah anak.

“PASS TEMENAN bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama agar sekolah betul-betul menjadi ruang aman bagi peserta didik. Tidak boleh ada kekerasan dalam bentuk apa pun, baik fisik, verbal, maupun digital,” tegas Lucky.

Ia menambahkan bahwa seluruh sekolah wajib menggiatkan program ini secara berkelanjutan agar budaya positif benar-benar terbentuk.

Reskrim Polres Pasuruan Kota, yang di wakili PS. Kanit PPA, AIPDA Mahendra Adniyana S.E , menegaskan bahwa pihak kepolisian siap mendukung lingkungan sekolah yang bebas kekerasan.

“Kami siap mendampingi, tetapi pencegahan selalu lebih baik daripada penindakan. Edukasi karakter dan keamanan harus berjalan sejak dini agar anak-anak kita tumbuh tanpa trauma,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pelaporan cepat jika terjadi potensi kekerasan.

Kasat Binmas Polres Pasuruan Kota, AKP Saiful Anam, S.H., menjelaskan bahwa keberhasilan menciptakan sekolah aman tidak hanya bergantung pada aturan, tetapi juga pada kesadaran bersama.

“Guru, orang tua, dan masyarakat harus bergerak bersama. PASS TEMENAN adalah ruang kolaborasi. Anak-anak tidak boleh dibiarkan menghadapi masalah sendiri,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menangani peserta didik.

Disi lain, Kepala SMPN 11 Kota Pasuruan, Panca Setia Iriani, M.Pd., selaku tuan rumah kegiatan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan.

“Menjadi tuan rumah penguatan PASS TEMENAN 2025 adalah kehormatan bagi kami. Program ini sangat penting karena menyentuh langsung keselamatan dan kenyamanan peserta didik,” ujar Panca.

Ia menegaskan bahwa sekolahnya siap menjadi model penerapan PASS TEMENAN yang konsisten dan berkelanjutan.

Kegiatan dimulai dengan apel bersama dan prosesi pengukuhan anggota PASS TEMENAN angkatan tahun 2025. Dilanjutkan dengan:

  1. Paparan program PASS TEMENAN SMPN 11 Kota Pasuruan,
  2. Pengarahan kepada seluruh komunitas PASS TEMENAN,
  3. Kunjungan anggota komunitas ke seluruh kelas,
  4. Diskusi refleksi dan evaluasi,
  5. Penyusunan rencana tindak lanjut

 

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama sebagai simbol komitmen untuk terus menjaga sekolah sebagai ruang yang aman, sehat, dan suportif bagi seluruh peserta didik.

 

PASS TEMENAN diharapkan menjadi gerakan nyata dalam menciptakan budaya sekolah yang positif, mencegah kekerasan, dan memperkuat kesehatan mental peserta didik di seluruh Kota Pasuruan.

 

(Apin)