Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kota Pasuruan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan secara resmi meluncurkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus melepas 148 petugas sensus yang akan bertugas melakukan pendataan di seluruh wilayah Kota Pasuruan. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan, Senin (15/6/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Wali Kota Adi Wibowo Lepas 148 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Perkuat Fondasi Pembangunan Kota Pasuruan Berbasis Data

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan diawali dengan penampilan tarian persembahan dari generasi muda Kota Pasuruan yang menggambarkan semangat pembangunan dan kecintaan terhadap daerah. Selanjutnya seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai simbol persatuan dan komitmen bersama dalam menyukseskan program nasional tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Pasuruan H. Adi Wibowo, Wakil Wali Kota H. Nawawi, Penjabat Sekretaris Daerah Lucky Danardono, AP., MM., para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta jajaran petugas sensus yang akan diterjunkan ke lapangan.

Kepala BPS Kota Pasuruan, Noyo Purwoko, S.Si., M.M., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh petugas sensus yang telah mengikuti proses pelatihan dan persiapan selama dua bulan terakhir.

Menurutnya, sebanyak 148 petugas telah dinyatakan lulus dan siap melaksanakan tugas pengumpulan data ekonomi masyarakat secara profesional dan akurat.

“Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Oleh karena itu, kualitas data yang diperoleh sangat menentukan arah pembangunan di masa mendatang,” ujar Noyo.

Ia menjelaskan bahwa hasil pendataan sebelumnya menunjukkan sektor jasa masih menjadi tulang punggung perekonomian Kota Pasuruan dengan kontribusi terbesar terhadap aktivitas ekonomi daerah. Sektor tersebut juga mampu menyerap tenaga kerja hingga 60,8 persen dari total tenaga kerja yang ada.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal strategis bagi Kota Pasuruan dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan H. Adi Wibowo menegaskan bahwa pembangunan daerah yang efektif harus didukung oleh data yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran yang sangat penting dalam menghadirkan gambaran nyata mengenai kondisi ekonomi masyarakat Kota Pasuruan saat ini.

“Pembangunan yang baik harus berangkat dari data yang benar. Melalui Sensus Ekonomi ini kita akan memperoleh informasi yang lengkap mengenai potensi ekonomi daerah sehingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Adi Wibowo.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas sensus yang telah menunjukkan dedikasi tinggi selama masa persiapan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah mengabdikan waktu, tenaga, dan pikirannya. Tugas yang diemban bukan hanya mengumpulkan data, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan Kota Pasuruan ke depan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota secara simbolis melepas 148 petugas Sensus Ekonomi 2026 sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pendataan di lapangan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pasuruan H. Nawawi menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan sensus.

“Suksesnya sensus bukan hanya tanggung jawab petugas atau BPS semata, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang benar sehingga data yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi pembangunan daerah,” ungkap Nawawi.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh Wakil Wali Kota Pasuruan H. Nawawi, unsur pemerintah daerah, camat, serta perwakilan kecamatan dan kelurahan se-Kota Pasuruan.

Penandatanganan tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah, BPS, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Pasuruan.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda pendataan statistik, melainkan langkah strategis untuk membangun masa depan Kota Pasuruan yang lebih terarah dan berdaya saing. Data yang akurat akan menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan, membuka peluang investasi, memperkuat sektor usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan dukungan seluruh warga, Kota Pasuruan optimistis dapat menghadirkan data ekonomi yang berkualitas sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045 dan mewujudkan pembangunan yang semakin maju, inklusif, dan berkelanjutan.

 

 

(Yus/Reyhan)