Malang, SuaraRakyat62.Com

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Gelap gulita ! Dana BUMDes Wonoagung Rp213 juta raib bendahara mengaku"lupa"sisa saldo

Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Sejahtera Desa Wonoagung, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang diduga amburadul. Dana penyertaan modal dari kas desa senilai Rp213.000.000,- sudah cair, namun laporan keuangan dan administrasi “gelap gulita” selama lebih dari satu tahun.

Aroma kejanggalan ini dibongkar langsung oleh Bahron Efendi warga Dusun Wonokitri, Desa Wonoagung, Kamis (31/7/2026).

Dana Fantastis Cair Agustus 2025

Berdasarkan bukti transfer yang dihimpun tim redaksi, dana penyertaan modal bersumber dari Rekening Desa Wonoagung No. 163200_ yang ditransfer ke Rekening BUMDES MAJU SEJAHTERA No. 163332…….

Transaksi sebesar Rp213.000.000,- itu tercatat status “Terkirim” pada 25 Agustus lalu.

“Alhamdulillah pihak desa kooperatif dan langsung memberikan data. Memang benar dan valid bahwa dana dari desa sudah masuk secara resmi ke BUMDes,” terang Bahron.

Benang Kusut Dimulai dari Jawaban “Lupa”

Kejanggalan mencuat saat Bahron melakukan konfirmasi ke Bendahara BUMDes Maju Sejahtera, Nanda Meski mengakui penerimaan dana, Nanda justru kebingungan saat ditanya sisa saldo saat ini.

“Saya tanyakan lagi berapa sisa saldo hari ini. Jawab bendahara: ‘Saya lupa’. Ini kan aneh,” cetus Bahron.

Saat diminta cetak rekening koran untuk transparansi, bendahara berdalih seluruh berkas ada di tangan Direktur/Ketua BUMDes

“Katanya dokumen ada di bawah ketua. Waktu saya tanya estimasi saldo, dia jawab: ‘Maaf saya tidak tahu karena belum totalan. Kan sudah jadi brambang. Habis panen belum totalan, masih tahap pekerjaan’,” tutur Bahron menirukan alibi sang bendahara.

Bidang Usaha Meleset Jauh

Kecurigaan warga semakin kuat karena adanya ketidaksesuaian antara dokumen resmi dan realita lapangan:

Sektor Resmi di Dokumen Desa: BUMDes terdaftar bergerak di Bidang Pertokoan

Realitas di Lapangan: Anggaran justru dialokasikan ke Bidang Pertanian Bawang Merah

“Ini jelas acak-acakan dan tidak sinkron dengan dokumen resmi di desa,” tegas Bahron.

Lebih parah lagi, manajemen BUMDes diketahui mangkrak tidak memberikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) maupun laporan perkembangan usaha kepada Pemerintah Desa Wonoagung selama lebih dari 1 tahun

Warga Desak Audit Segera

Melihat uang publik ratusan juta dikelola tanpa akuntabilitas, warga mendesak Pemdes Wonoagung, Camat Tirtoyudo, hingga DPMD Kabupaten Malang segera turun tangan.

“BUMDes ini pakai uang rakyat! Modal Rp213 juta itu bukan angka sedikit. Kalau 1 tahun lebih tidak ada laporan dan administrasinya ugal-ugalan seperti ini, kami minta pihak berwenang segera mengaudit BUMDes Maju Sejahtera!” pungkas Bahron.

Hingga berita ini diunggah, Bendahara Nanda maupun Direktur BUMDes Maju Sejahtera Desa Wonoagung belum memberikan konfirmasi resmi terkait tuntutan transparansi warga.

(Ila/Tim)