PASURUAN, SUARARAKYAT62.COM

Suasana di Balai Desa Bajangan, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, mendadak memanas. Sejumlah warga bersama tokoh masyarakat mendatangi balai desa dan menyuarakan tuntutan agar Sekretaris Desa berinisial HAM (37) dan salah seorang perangkat desa berinisial SIS (24) meninggalkan jabatannya, Rabu (26/8).
Tuntutan tersebut muncul setelah warga memperoleh informasi yang mereka sebut disertai bukti mengenai dugaan perbuatan asusila yang dilakukan keduanya di dalam gedung Balai Desa Bajangan.
Warga menilai, tindakan itu tidak mencerminkan kepatutan dan etika yang semestinya dijaga oleh aparatur pemerintahan desa.
“Pagi tadi sebelum warga datang, Pak Camat, Danramil dan Kapolsek sudah datang lebih dulu. Kejadian itu terendus warga dilakukan di sini (Balai Desa Bajangan). Karena masalah ini berkaitan dengan dugaan asusila, tuntutan kami jelas, keduanya harus mundur dari jabatan,” tegas salah seorang tokoh masyarakat.
Sementara itu, Mujayin selaku Pj Kepala Desa Bajangan membenarkan adanya persoalan tersebut. Menurutnya, permasalahan telah diselesaikan melalui pengunduran diri kedua aparatur desa yang bersangkutan.
“Memang benar peristiwa itu terjadi. Tapi sudah diselesaikan. Keduanya dengan sukarela telah membuat surat pernyataan pengunduran diri, dan file pengunduran diri itu dibawa Bapak Camat,” terang Mujayin.
Untuk memastikan informasi tersebut, awak media kemudian mengonfirmasi Camat Gondang Wetan Agus Hariyanto.
Agus membenarkan bahwa pihak Forkopimcam telah mendatangi Balai Desa Bajangan dan menerima surat pengunduran diri kedua aparatur desa tersebut.
“Saya dapat kabar tadi malam. Pagi tadi Forkopimcam ke Balai Desa dan menerima pengunduran diri keduanya. Selanjutnya akan kami teruskan ke DPMD serta Bupati agar segera ditindaklanjuti,” jawab Agus.
Dengan adanya surat pengunduran diri tersebut, persoalan kini berada pada tahap tindak lanjut administrasi pemerintahan desa. Sementara itu, dugaan perbuatan asusila yang menjadi pemicu desakan warga masih menjadi perhatian masyarakat setempat.
Penulis: Abdul Khalim




