PASURUAN, Suararakyat62.Com

Sekolah Dasar Negeri Warungdowo I mencatat keberhasilan luar biasa empat peserta didik meraih penghargaan sekaligus dalam ajang Festival Baca‑Tulis Al‑Qur’an (BTQ) tingkat Kecamatan Pohjentrek, yang digelar Kamis, 27 Agustus 2026. Pencapaian ini menjadi bukti nyata pembinaan potensi sekaligus penguatan iman dan akhlak yang dijalankan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Keempat siswa tampil penuh kesiapan dan pembawaan yang luhur, membawa pulang penghargaan di beragam cabang perlombaan. Ken Larasati, siswi kelas 6C, menonjolkan keindahan tulisan dan keteladan rupa huruf hingga meraih Juara I Kaligrafi Putri rekan sekelasnya Agam Saifulloh tak kalah mengesankan, membawa pulang Juara I Tartil Putra dengan irama dan pemahaman bacaan yang mendalam. Queen Rania dari kelas 6A membuktikan ketekunan menghafal lewat perolehan Juara III Tahfidz Putri, sedangkan Naira Salsabila meraih Juara II Tartil Putri berkat keteraturan serta keindahan bacaannya.

Dua pemenang tingkat pertama ini Ken Larasati dan Agam Saifulloh selanjutnya diberi amanat dan kehormatan mewakili wilayah Kecamatan Pohjentrek berlaga di jenjang Kabupaten Pasuruan, membawa harapan sekaligus tanggung‑jawab nama baik daerah dan sekolah ke pentas yang lebih luas.ujarnya

Keberhasilan yang tampil di permukaan ini tak datang secara kebetulan, melainkan tumbuh dari ketekunan berlatih, semangat tak mengenal lelah, serta niat tulus para siswa yang dibimbing dengan penuh kesabaran dan keilmuan. Pembinaan langsung diberikan oleh tenaga pendidik bidang Pendidikan Agama Islam Bapak Dikiy Isman Muhyiddin, S.Pd., Bapak Abdurrohman Mim Masyriqi, S.Pd., serta Ibu Dewi Amaliyah, M.Pd.I. Mereka tidak sekadar melatih bacaan dan hafalan, melainkan menanamkan kedisiplinan, keyakinan diri, dan pemahaman bahwa Al‑Qur’an adalah pedoman hidup yang menuntut kelembutan hati sekaligus keteguhan tekad.
Semangat ini turut dipupuk oleh kepemimpinan Kepala Sekolah, Ibu Emi Kurniawati, S.Pd., yang senantiasa mengingatkan pendidikan sejati bukan sekadar mengisi pikiran dengan pengetahuan, melainkan membentuk jiwa dan watak manusia seutuhnya. “Keberhasilan ini adalah buah manis yang tumbuh dari doa dan usaha anak‑anak, ketulusan membimbing para pendidik, dukungan penuh keluarga, serta arah kebijakan sekolah yang senantiasa memadukan kemajuan ilmu dengan keluhuran budi pekerti,” ujar beliau dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan. “Semoga hal ini menjadi cahaya sekaligus teladan bahwa setiap orang mampu melampaui batas dirinya, berbakti memuliakan firman Tuhan, serta menginspirasi kawan‑kawan yang lain untuk terus berjuang menjadi insan yang lebih baik setiap harinya.”

Pencapaian empat penghargaan sekaligus menyiratkan pesan mendalam bagi kita semua kemajuan akademik dan kemuliaan akhlak bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan dua sayap yang sama‑sama diperlukan agar sang generasi mampu terbang tinggi dan kokoh berdiri menghadapi masa depan. Semoga langkah kecil namun bermakna ini terus dilanjutkan semoga Ken, Agam, Queen, serta Naira senantiasa dijaga keteguhan hatinya, membawa nama baik daerah sekaligus manfaat yang luas bagi sesama, di mana pun mereka berada.
Yus Ri




