Scroll Untuk Lanjut Membaca
Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ajak Anak Muda Lestarikan Bantengan, 8000 Pelaku dan 288 Grup Jadi Aset Berharga Bumi Arema

KOTA MALANG, SuaraRakyat62.com

Ketua DPRD Kota Malang dari Fraksi PDIP, Amithya ratnanggani siratduhita,S,S mengajak seluruh muda-mudi di Kota Malang untuk melestarikan budaya kesenian, terutama Bantengan yang saat ini sedang booming di Bumi Arema.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan reses yang digelar di Gedung Serbaguna RW X1, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kegiatan yang dilanjutkan dengan acara malam hari tersebut dihadiri 500 orang tamu undangan.

Dalam sambutannya, Amityah mengungkapkan data yang mengejutkan. Setelah mengulik beberapa data, tercatat ada sekitar 8.000 personel pelaku kesenian Bantengan, dengan sekitar 288 grup Bantengan, dan 150 grup di antaranya tersebar di Kota Malang.

“Ini merupakan sebuah aset yang luar biasa berharga bagi Kota Malang,” ujar Amityah.

Namun menurutnya, Pemerintah Kota Malang masih belum bisa mengelola antusiasme masyarakat ini dengan baik. Salah satu persoalan yang muncul adalah soal SOP pertunjukan dan kesulitan perizinan.

Amithya menjelaskan, untuk para pengusul pertunjukan, sistem mewajibkan punya penanggung jawab, tetapi pemerintah masih belum bisa mengelola dengan maksimal. Hal itu kemudian menimbulkan catatan dari stakeholder terkait perizinan pertunjukan.

Ia memahami jika aparat keamanan tidak begitu gampang memberikan izin, karena mempertimbangkan mekanisme berlapis. Karena itu, ia berharap ada SOP yang diseragamkan tentang keamanan pertunjukan.

“Harapan saya ada SOP yang diseragamkan tentang keamanan pertunjukan. Ini memberikan edukasi, tetapi masih belum disambut, sehingga semua pertunjukan Bantengan akan terarah,” katanya.

Jika SOP sudah jelas, masyarakat akan dengan mudah mengadakan pertunjukan. Sementara stakeholder yang berfungsi untuk pengamanan juga akan dengan mudah memberikan izin pertunjukan.

“Kita butuh bekerja sama, tidak bisa hanya pemerintah saja, tetapi dari seluruh masyarakat. Saya berharap dengan SOP yang sudah jelas dan sangat ketat, pertunjukan kesenian Bantengan bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Selain budaya, Amityah juga mengulas tentang lingkungan, ketahanan pangan, wisata, serta Kota Malang sebagai kota kreatif dan inovatif, termasuk kota yang bergerak di bidang kuliner.

Menurutnya, ketahanan pangan memiliki efek domino. Tidak hanya masyarakat bisa memproduksi bahan pangan untuk sehari-hari, tetapi juga bisa menjadi komoditas. Hal itu juga membutuhkan ide-ide baru untuk peluang usaha.

“Misalkan satu kawasan kita konsentrasikan untuk bertemu, menjadi satu budidaya, itu akan menjadi daya tarik perekonomian sendiri,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD juga menegaskan siap menampung keluhan-keluhan masyarakat mengenai program-program Pokir di wilayah Dapil Kedungkandang, Kota Malang.

(Ila)