Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Kerusakan infrastruktur parah terus menghantui warga Kabupaten Pasuruan, khususnya yang terjadi di Desa Cukur Guling, Kecamatan Lumbang. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir memperburuk kondisi jalan dan saluran air di Dusun Krajan II, bahkan meluas ke wilayah dusun lain desa tersebut.

Jalan berlubang selebar 1 meter hingga 5 meter dengan kedalaman sekitar 20 cm membentang di sepanjang jalur dari Dusun Krajan II menuju Polsek Lumbang. Saking parahnya, warga menyebut jalur ini sebagai “Jeglongan Sewu”, istilah khas Jawa Timur yang menggambarkan jalan dengan ribuan lubang.
“Sudah hampir bertahun-tahun jalan ini rusak, tapi belum ada perbaikan dari pihak terkait,” keluh Hanafi (48), warga Dusun Krajan II, Senin (19/5/2025). “Lubangnya sepanjang 2,2 km, sudah banyak pengendara yang jatuh,” tambahnya.
Hal yang sama terjadi di jalan dusun lain menuju pusat Desa Cukur Guling. Walau hanya sepanjang 500 meter hingga 1 kilometer, jalan tersebut menyimpan puluhan lubang yang berbahaya bagi pengguna kendaraan roda dua.
Namun, suara warga akhirnya direspons oleh pemerintah desa. Kepala Desa Cukur Guling, Amali, membenarkan kondisi kerusakan tersebut tidak hanya terjadi di satu dusun.
“Betul, bukan saja Krajan II jalan yang rusak, tapi juga Krajan I dan arah Banyuputih. Bahkan saluran air juga rusak parah, Pak,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media SuaraRakyat62.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kerusakan bersifat menyeluruh dan melibatkan infrastruktur dasar lain seperti saluran air, yang selama ini dituding sebagai biang kerok kerusakan jalan akibat genangan saat hujan.
Achmad, S.Ip, Pemerhati Kebijakan Publik dan Pengamat Politik Pasuruan, menilai kerusakan jalan ini adalah simbol kegagalan tata kelola pembangunan desa dan minimnya perhatian dari pemerintah daerah.
“Infrastruktur seperti jalan dan saluran air adalah denyut nadi ekonomi rakyat. Kalau ini rusak, ya rusak pula perputaran ekonomi di desa, anggaran pemerintah jangan terfokuskan dengan giat seremonial saja, harus anggaran itu tertuang dalam APBD yang Pro terhadap Rakyat” tegas Achmad saat di konfirmasi di ruangan kerjanya
“Sering kita amati Pokir-Pokirnya DPRD Kabupaten Pasuruan hanya dibuat kegiatan seremonial saja dengan kemasan pengajian, sholawatan, daripada semua anggaran yang nilainya puluhan juta dibuat acara seperti itu mending di prioritaskan membangun infrastruktur jalan dan ekonomi rakyat,” imbaunya.
Warga lain, Makruf, mengungkapkan bahwa kecelakaan ringan kerap terjadi akibat lubang besar dan genangan air saat musim hujan.
“Yaa mas, banyak pengguna jalan yang lewat jalan sini sering jatuh, yah gitu mas padahal sudah pelan-pelan, apalagi kalau hujan seperti ini mas, pasti ada aja kejadian,” tandasnya.
Iswanto, Sekretaris DPC GERAH Pasuruan, bahkan menyebut situasi ini sebagai krisis keselamatan yang tak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Sudah bertahun-tahun kondisi ini dibiarkan. Jangan sampai ada korban nyawa baru pemerintah bertindak, dan hindari banyak kegiatan-kegiatan bupati dan wakil bupati yang sifatnya pencitraan saja” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan lanjutan dari Pemerintah Kabupaten maupun Dinas PU Bina Marga. Warga mendesak agar Pemkab Pasuruan segera turun tangan dengan langkah nyata, bukan hanya janji.
Pewarta ; Satuman_Zen




