Sidoarjo, SuaraRakyat62.com – Tidak ingin lagi jadi “kamar nyaman” bagi kejahatan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Jawa Timur resmi mendeklarasikan perang terhadap narkoba dan telepon genggam ilegal di lingkungan Lapas dan Rutan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Bongkar Sarang Gelap! Kanwil PAS Jatim Nyatakan Perang Terbuka Terhadap Narkoba dan HP Ilegal di Lapas-Rutan

Langkah tegas ini diumumkan dalam kegiatan Deklarasi Komitmen Bersama, yang digelar di Markas Kanwil Ditjen PAS Jatim, Rabu (21/5/2025). Acara tersebut tidak hanya simbolik—tapi diikuti aksi nyata berupa pemusnahan ratusan HP sitaan dan tes urine mendadak terhadap petugas pemasyarakatan.

Deklarasi ini disaksikan oleh lembaga mitra seperti BNNP Jawa Timur, Polda Jawa Timur, dan Ombudsman RI Perwakilan Jatim sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Dalam deklarasi tersebut, jajaran pemasyarakatan menyatakan tiga komitmen utama:

  1. Menolak tegas peredaran narkoba dan HP ilegal di Lapas-Rutan.
  2. Menegakkan aturan secara konsisten dan tanpa kompromi.
  3. Menjaga integritas dan akuntabilitas seluruh petugas.

Kadiyono, Kepala Kanwil Ditjen PAS Jatim, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar rutinitas birokrasi.

“Ini bukan seremoni belaka. Ini adalah komitmen moral dan institusional untuk menutup ruang praktik ilegal yang selama ini jadi luka lama dalam sistem pemasyarakatan kita,” tegasnya.

Puluhan petugas langsung menjalani tes urine di lokasi, sebagai bentuk pembuktian bahwa gerakan ini dimulai dari internal.

Tidak hanya itu, ratusan HP hasil sitaan dari 39 Lapas dan Rutan di seluruh Jatim dimusnahkan secara simbolik sebagai pesan keras kepada pihak-pihak yang masih mencoba bermain api di balik jeruji besi.

Langkah ini dinilai sebagai transformasi serius dalam upaya membersihkan Lapas dan Rutan dari sindikat jaringan gelap yang selama ini merusak sistem pemasyarakatan dan kepercayaan publik.

“Kami berharap kepada semua pihak unt berkomitmen dalam memberantas sarang gelap dilaps maupun di rutan ” mengakhiri.

Kini, publik menanti: Apakah komitmen ini benar-benar akan merobek praktik gelap yang selama ini bersembunyi di balik jeruji? Atau hanya akan menjadi deklarasi tanpa nyali?

 

Pewarta ; Apin