Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Sekira 20 lebih lapak pedagang yang berada di sisi sebelah Timur Stasiun Kota Pasuruan, hari ini mengalami penggusuran, Senin (26/5).

Pimpinan Stasiun Pasuruan bagian dari PT KAI Daop 9 Jember telah mempersiapkan alat berat berupa ekskavator, mobil PMK dari Pemkot Pasuruan serta 2 Dump Truk milik TNI, berada dilokasi penggusuran sejak Senin pagi. Bertujuan untuk memuluskan proses penggusuran yang telah melalui mekanisme.
PT KAI Daop 9 Jember mengungkapkan tujuan dilakukannya penggusuran ini untuk menciptakan lingkungan stasiun yang aman, nyaman, indah dan asri dan representatif (sesuai dengan fungsinya) bagi pelanggan kereta api serta menjadi Icon bagi Kota Pasuruan.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo beserta Wakilnya, Sekda dan jajaran OPD terkait, unsur TNI, Polri berada dilokasi. Langsung menyaksikan jalannya proses eksekusi lahan KAI.
“Hari merupakan hari yang sudah direncanakan sebelumnya. Kami Pemerintah Kota Pasuruan mengajak TNI, Polri dan seluruh jajaran, melaksanakan penataan penertiban di kawasan pasar besar dan alun-alun yang sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Para pedagang yang berada di sekitar pasar besar dan alun-alun berdagang bukan pada tempat sebenarnya,” terang Adi Wibowo.
“Kita melaksanakan penataan hari ini, Alhamdulillah berjalan lancar. Masyarakat juga mendukung. Karena prinsipnya, kami selaku pemerintah ingin berikan keadilan bagi semua. Keadilan bagi pejalan kaki, keadilan bagi pedagang, bagi pengguna transportasi dan bagi pemanfaat akses publik,” lanjutnya.
Dalam waktu beberapa hari ke depan Walikota menjelaskan akan diselesaikan apa yang sedang menjadi perencanaan dan sosialisasi kepada mereka.

“Tentu ini lahannya KAI, ya perencanaan itu tentu menjadi kewenangannya KAI untuk dimanfaatkan penataan kawasan KAI. Karena hari ini KAI juga terus bertransformasi memberikan pelayanan publiknya. Dan kita lihat hari ini semakin hari semakin banyak masyarakat pengguna layanan kereta api,” tegas Adi.
Ditempat yang sama, Cahyo Widiyantoro manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan proses pengosongan lahan KAI secara persuasif dan terhormat.
“Jadi kami niatnya ini mengosongkan secara persuasif. Secara umum kami tidak arogan. Silahkan mengosongkan sendiri secara mandiri, kalau butuh alat bantu truk, kami sediakan nanti di pindah, ada tempatnya dari Pemkot memberikan opsi di Pasar Karang Ketug dan Pasar Kebonagung,” kata Cahyo.
“Dibeberapa kios disebelah Timur akan di pakai untuk angkutan barang. Karena angkutan barang yang berasal dari Pasuruan itu menarik dan cukup tinggi. Di sebelah Barat stasiun, angkutan barang sudah tidak representatif maka kami perluas kebagian Timur Stasiun,” papar Cahyo pada Wartawan.
Menanggapi kebijakan Pemkot Pasuruan, serta pimpinan Stasiun Pasuruan, Irfan Budi Gunawan Ketua Umum LPK Barata, selaku Pembina PKL di wilayah Stasiun Pasuruan mengungkapkan bahwa perlu beberapa waktu agar para PKL diberi kesempatan untuk pindah dan mendapatkan tempat berdagang yang layak.

“Teman-teman bersedia pindah, tapi harus ada tempat yang real. Mereka langsung dipindah dan gak bekerja trus gimana. Mereka mau pindah asalkan ada tempat. Tolong kasih waktu agar Pemkot Pasuruan merelokasi ketempat baru yang layak. Demi rasa kemanusiaan. Mereka mendukung program KAI kok,” ungkap Irfan.
Irfan menambahkan, pemindahan mendadak bisa memengaruhi penghidupan PKL jika tidak segera disediakan tempat baru yang layak.
“Semestinya perlu komunikasi dan perencanaan yang lebih matang dengan para pedagang terdampak,” pungkasnya.(h-Lim)
Penulis ; Abdul Khalim




