Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Menyusul munculnya pemberitaan mengenai dugaan pungutan liar (pungli) dalam kegiatan kelulusan siswa, pihak Komite Sekolah SMPN 2 Pandaan angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, komite menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan telah menyesatkan persepsi publik.

Komite menyatakan bahwa semua bentuk sumbangan yang dikumpulkan dari orang tua siswa sepenuhnya bersifat sukarela, tanpa ada paksaan maupun kewajiban. Tidak ada ketetapan angka, tidak ada tekanan, dan tidak ada sanksi bagi yang tidak memberi.
“Kami pastikan tidak ada unsur pemaksaan. Ini adalah bentuk partisipasi dari orang tua yang ingin berkontribusi untuk pendidikan anak-anak mereka. Ada yang memberi Rp5.000, ada juga yang lebih dari Rp100.000, dan ada yang tidak menyumbang sama sekali, semuanya tetap dihargai,” ujar perwakilan Komite.
Sumbangan tersebut, menurut pihak komite, digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan non-akademik dan pengembangan siswa, termasuk kegiatan Best Graduation yang menjadi sorotan. Kegiatan kelulusan itu, jelas mereka, adalah inisiatif siswa dan orang tua sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan selama tiga tahun belajar.
“Perlu diluruskan, acara kelulusan bukan program wajib dari sekolah. Tidak semua siswa ikut, tidak semua orang tua menyumbang. Ini murni sukarela,” tegasnya.
Komite juga menegaskan bahwa selama ini pihak sekolah dan komite telah mematuhi aturan dan etika yang berlaku dalam pengelolaan kegiatan sekolah. Mereka menyayangkan informasi yang menyudutkan tanpa klarifikasi terlebih dahulu.
“Kami terbuka jika ada yang ingin menanyakan langsung. Sayang sekali kalau niat baik untuk mendukung pendidikan malah dipelintir menjadi seolah-olah sebuah pelanggaran,” katanya.
Komite berharap masyarakat, khususnya orang tua siswa, tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Mereka juga mengimbau media untuk mengedepankan keberimbangan dan cek fakta sebelum menerbitkan berita.
“Kami ingin meluruskan, bukan membela diri. Tapi yang perlu diketahui, tidak ada pungli, tidak ada paksaan, semua dilakukan dalam semangat gotong royong demi anak-anak kita,” pungkasnya.
Penulis ; Abdul Khalim




