Morotai, SuaraRakyat62.com – Empat proyek pembangunan talud di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengalami keterlambatan pengerjaan hingga lebih dari satu bulan dari jadwal yang ditetapkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Pekerjaan Talud di Morotai Molor Sebulan, Proyek Miliaran Terancam Gagal Tepat Waktu

Pantauan lapangan pada Selasa (5/8/2025) menunjukkan bahwa proyek di Desa Sangowo, Sangowo Barat (Kecamatan Morotai Timur), serta Desa Mandiri (Kecamatan Morotai Selatan), baru terlihat mulai dikerjakan pada awal Agustus, padahal seharusnya sudah dimulai sejak Juni lalu.

Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan talud di Desa Sangowo dan Sangowo Barat ditangani oleh PT Ketiadaan Menjadi Ada dengan nilai kontrak sebesar Rp 7,96 miliar dan masa pelaksanaan 180 hari kalender, terhitung mulai 17 Juni 2025.

Sementara itu, proyek serupa di Desa Mandiri, yang dilaksanakan oleh CV Alfa Rizky, memiliki nilai kontrak Rp 9,25 miliar dengan jadwal mulai kerja sejak 18 Juni 2025.

Seorang warga Morotai Timur, Asra, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keterlambatan proyek.

“Dari bulan Juni seharusnya sudah kerja, tapi sampai sekarang baru mulai. Terlalu lambat,” keluhnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Muhammad Darmawan, mengakui adanya keterlambatan dan menjelaskan bahwa penyebab utamanya adalah keterlambatan pengadaan material Geotek, lapisan pelindung yang dibutuhkan dalam proyek tersebut.

“Geotek yang kami butuhkan itu spesifikasi 800 gram. Di pasaran hanya tersedia 600 gram, jadi kami harus pesan khusus dari Jakarta. Pengirimannya makan waktu 1–2 minggu,” terang Darmawan.

Ia menjelaskan bahwa tanpa Geotek, material lain tidak bisa dipasang, sehingga pelaksana proyek memilih menunda aktivitas hingga material tersebut tiba.

“Kalau Geotek belum ada, lalu material datang duluan, malah jadi tidak efisien dan memperlambat pekerjaan,” tambahnya.

Tak hanya di Sangowo dan Mandiri, dua proyek lain juga mengalami hal serupa, yaitu di Desa Joubela dan Cio Gorong, Kecamatan Morotai Selatan Barat. Total ada empat proyek talud yang progresnya tertunda.

PPK menegaskan bahwa seluruh proyek ditargetkan mulai bekerja penuh selama Agustus 2025 untuk mengejar keterlambatan yang terjadi sejak Juli.

“Semua pekerjaan harus dimaksimalkan bulan ini. Kami minta pelaksana tidak main-main, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat,” tegasnya.

 

Pewarta ; Irjan_Nyong