Morotai, SuaraRakyat62.com – Aliansi Nelayan Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, kembali menggelar aksi unjuk rasa menuntut keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) Morotai dalam menyelesaikan persoalan masuknya kapal Pakura asal Bitung, Sulawesi Utara, ke wilayah tangkap nelayan Morotai.

Aksi yang berlangsung pada Senin (25/8/2025) ini dipimpin langsung oleh Ketua Nelayan Morotai, Yanto Ali. Massa mendatangi kantor Bupati dan DPRD Morotai untuk menyampaikan tuntutan mereka yang sebelumnya sudah pernah disuarakan namun tak kunjung ditindaklanjuti.
“Aksi hari ini melanjutkan aksi pertama yang tidak direalisasikan Pemda Morotai. Kami sudah hearing dengan Pak Bupati dan Wakil Bupati, tapi nyatanya persoalan ini tidak diselesaikan,” tegas Yanto.
Dalam aksi tersebut, nelayan menegaskan delapan tuntutan utama, di antaranya:
- Naikkan harga ikan nelayan.
- Atasi kelangkaan BBM subsidi untuk nelayan.
- Tertibkan kapal besar Pakura yang melewati batas tangkap.
- Tolak kehadiran PT Nutrindo.
- Copot Kadis Perikanan dan Kelautan.
- Tindak tegas mafia BBM.
- Hentikan praktik ilegal fishing.
- Hadirkan pabrik es untuk kebutuhan nelayan.
Menurut Yanto, keberadaan kapal Pakura sangat merugikan nelayan Morotai karena hasil tangkapan ikan, khususnya tuna, menurun drastis.
“Kalau tidak diganggu kapal Pakura, tangkapan nelayan per minggu bisa Rp 4 sampai Rp 5 juta. Sekarang Rp 1 juta pun sulit didapat. Harga tuna juga turun, dari sebelumnya Rp 46 ribu per kilo kini hanya Rp 35 ribu untuk ukuran 30 up, dan Rp 28 ribu untuk ukuran 20 up,” bebernya.
Lebih lanjut, Yanto menegaskan bahwa jika Pemda Morotai tidak segera menindaklanjuti persoalan ini, nelayan siap bertindak lebih jauh.
“Kami atas nama nelayan Morotai siap bakar kapal Pakura itu kalau masih terus ganggu nelayan,” tegasnya.
Para nelayan juga mempertanyakan retribusi harga ikan yang tidak jelas apakah dibebankan kepada perusahaan atau nelayan. Mereka berharap Pemda dan aparat penegak hukum segera turun tangan agar keresahan nelayan tidak berujung pada konflik di lapangan.
Pewarta ; Irjan_RH




