Surabaya, SuaraRakyat62.com – Tragedi memilukan terjadi di Kota Surabaya. Seorang pengamen tewas setelah tercebur ke Kali Jagir, Minggu (24/08/2025), diduga akibat panik saat dikejar petugas Satpol PP yang tengah melakukan operasi penertiban.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Pengamen Tewas Usai Dikejar Satpol PP, Aktivis Surabaya Desak Pemkot Bertanggung Jawab

Peristiwa ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak, terutama aktivis sosial. Mereka menilai Satpol PP perlu berbenah dalam menjalankan tugas agar tidak menimbulkan ketakutan berlebihan di masyarakat.

Aktivis Arek Suroboyo Bergerak (ASB), Diana, menyayangkan tindakan aparat penegak perda yang justru berujung hilangnya nyawa warga.

“Saya sangat prihatin dengan adanya pengamen yang meninggal gara-gara ketakutan dengan tindakan Satpol PP. Kalau sudah begini, siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa warga negara Indonesia?,” tegas Diana kepada wartawan.

Ia menilai tindakan Satpol PP kerap terkesan arogan dan menimbulkan konflik dengan masyarakat. Diana bahkan menyinggung UUD 1945 Pasal 34 yang menegaskan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara serta sistem jaminan sosial harus dikembangkan demi martabat kemanusiaan.

“Tindakan Satpol PP ini bertolak belakang dengan UUD 1945. Walikota harus tanggap dan tegas menyikapi kasus ini. Surabaya tidak butuh Satpol PP yang justru membuat rakyat takut,” ujarnya lantang.

Lebih lanjut, Diana menekankan bahwa Satpol PP yang kini banyak berstatus pegawai P3K semestinya bekerja lebih profesional dan intelektual.

“Satpol PP harus banyak belajar. Penegakan perda itu harus bermanfaat, bukan menimbulkan korban. Jangan sampai ada lagi tragedi serupa ke depan,” tambahnya.

Dari keterangan warga di lapangan, memang dibenarkan bahwa korban tewas usai melompat ke sungai karena dikejar petugas Satpol PP yang sedang melakukan razia.

Peristiwa ini menjadi catatan serius bagi Pemkot Surabaya agar mengevaluasi pola penertiban Satpol PP, sehingga tidak lagi meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat.

 

Penulis ; Habil