Pasuruan, SuaraRakyat62.com
Fasilitas umum yang semestinya mendukung citra pelayanan kesehatan justru tampak memprihatinkan di Puskesmas Karang Ketug, Kota Pasuruan. Sebuah neon box berukuran 4 x 1 meter di halaman puskesmas tampak rusak parah, diduga sudah lama tidak menyala dan tidak mendapat perhatian dari pihak terkait. Kondisi ini memunculkan sorotan tajam dari warga dan pemerhati layanan publik, Jumat (16/05).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Walikota Sibuk Pencitraan, Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan Terbengkalai

Kerusakan ini bukan hanya persoalan estetika, tetapi juga simbol dari kelalaian dalam pengelolaan fasilitas publik. Neon box yang tak terurus tidak hanya mencoreng tampilan bangunan pelayanan kesehatan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan: seberapa serius perhatian pemerintah terhadap citra dan kenyamanan layanan kesehatan dasar?

Beberapa warga yang diwawancarai tim media SuaraRakyat62.com menilai kerusakan ini mencerminkan lemahnya kepedulian UPT Puskesmas dalam merawat aset milik publik. Bahkan muncul dugaan bahwa minimnya rasa tanggung jawab atau rendahnya efisiensi penggunaan anggaran menjadi penyebab utama.

“Kalau urusan lampu neon saja tidak diurus, bagaimana kami bisa yakin soal layanan medisnya? Ini soal kepedulian,” ujar Basuki salah satu warga setempat.

Basuki juga mempertanyakan anggaran perawatan yang seharusnya tersedia tiap tahun. Mereka heran mengapa kerusakan kecil seperti ini justru dibiarkan, seolah-olah tidak ada mekanisme pengawasan rutin terhadap fasilitas di puskesmas.

Sorotan lebih tajam datang dari Achmad, Pengamat Politik dan Pemerintahan Kota Pasuruan, yang menyebut kondisi ini sebagai refleksi dari kegagalan manajerial dan lemahnya pengawasan struktural.

“Puskesmas adalah garda depan layanan kesehatan. Jika hal sekecil neon box saja dibiarkan rusak, bagaimana dengan masalah yang lebih besar? Ini bukan sekadar estetika, tapi soal kepedulian, keamanan, dan kenyamanan warga,” tegasnya.

Ia juga menyinggung ketidakhadiran gebrakan berarti dari kepala daerah dalam hal pengelolaan layanan publik, termasuk di bidang kesehatan.

“Anggaran itu ada. Semua fraksi di DPRD adalah pendukung pemerintah kota. Jadi bukan soal duit, tapi soal kepedulian. Wali Kota dan Wakilnya harusnya tampil, jangan diam,” tambah Achmad.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskesmas Karang Ketug belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi dari redaksi SuaraRakyat62.com melalui berbagai saluran komunikasi belum membuahkan hasil.

Kondisi siang hari UPT Puskesmas Karangketug

Hal yang sama juga terjadi di tingkat Dinas Kesehatan Kota Pasuruan. Saat dikonfirmasi, pihak dinas belum memberikan respons apapun terkait laporan kerusakan tersebut maupun langkah perbaikan yang direncanakan.

Di lain pihak Iswanto Sekretaris DPC Gerah Kota Pasuruan menjelaskan bahwa rusaknya neon box mungkin tampak sepele. Namun, dalam konteks pelayanan publik, kerusakan kecil yang dibiarkan bisa menjadi simbol dari lemahnya tata kelola. Ketika fasilitas sederhana saja tidak dirawat, masyarakat wajar mempertanyakan komitmen aparatur terhadap hal-hal yang lebih besar, termasuk kualitas layanan kesehatan itu sendiri.

“Rusaknya neon box mungkin urusan kecil, namin dalam konteks pelayanan publik, jika ada kerusakan kecil yang di biarkan berlarut-larut bisa jadi simbol dari lemahnya tata kelola,” ucap Iswanto kepada awak media.

Publik kini menanti, apakah kritik dan keluhan ini akan ditanggapi dengan pembenahan nyata, atau kembali diabaikan seperti neon box yang tak kunjung menyala itu.

 

Penulis ; Abd_Khalim