Kota Malang, SuaraRakyat62.com – Aksi solidaritas bela Affan Kurniawan (21), driver ojek online yang meninggal dunia saat demo di Jakarta, berujung ricuh di Kota Malang pada Jumat malam (29/8/2025). Ratusan massa yang terdiri dari driver ojol, mahasiswa, dan masyarakat awalnya menggelar doa bersama di Alun-alun Merdeka, sebelum bergerak menuju Mapolresta Malang Kota, Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono hadir langsung menemui massa. Didampingi Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Susilo, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, serta Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Moh. Alharidz Unus, ia menyampaikan duka cita dan permohonan maaf atas peristiwa yang menimpa Affan.
“Teman-teman yang sudah menyampaikan tuntutan, baik pertama maupun kedua, kami memohon maaf dengan setulus hati atas peristiwa yang menimpa almarhum Affan Kurniawan di Jakarta. Tersangka yang diduga terlibat sudah ditahan dan diperiksa. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Kombes Pol Nanang penuh haru.
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Susilo turut mengimbau massa agar tidak terprovokasi pihak tertentu. “Kami berharap rekan-rekan tidak mudah dipancing oknum yang ingin memanfaatkan situasi. Mari kita hormati perjuangan almarhum dengan cara yang damai,” pesannya.
Namun, situasi berubah memanas. Sebagian massa yang terprovokasi bertindak anarkis dengan melempar batu, flare, hingga membakar water barrier dan merusak fasilitas di sekitar Mapolresta. Jumlah massa pun terus bertambah, membuat kondisi kian tidak terkendali.
Sekitar pukul 19.45 WIB, ratusan prajurit TNI dikerahkan untuk membantu meredam suasana. Aparat gabungan akhirnya mengambil tindakan tegas namun terukur dengan tetap mengedepankan langkah humanis, serta menegaskan komitmen menjaga keamanan dan membuka ruang dialog dengan masyarakat.
Aksi solidaritas yang semula berjalan damai berubah ricuh. Aparat berharap komunikasi yang sehat antara masyarakat, kepolisian, dan TNI bisa terus diperkuat, sehingga provokasi tidak lagi menimbulkan kericuhan di kemudian hari.
Penulis ; Mak Ila




