SUARARAKYAT62, KOTA BATU – Menjelang bulan suci Ramadan, Badan Pangan Nasional (BAPANAS) RI bersama tim gabungan lintas sektoral melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, Selasa (10/2/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Jelang Ramadan, BAPANAS RI Bersama Tim Gabungan Pantau Harga Pangan di Pasar Induk Among Tani Kota Batu

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Pemantauan dipimpin langsung oleh Kepala Subbag Tata Usaha Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BAPANAS RI, Puspa Dewi, S.E., didampingi jajaran staf.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Tipidter Polres Batu, Kepala BPS Kota Batu, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala UPT Pasar Kota Batu, serta perwakilan Bulog.

Berdasarkan hasil pantauan lapangan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, tim menemukan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas strategis. Untuk komoditas beras, harga bervariasi tergantung merek.

Beras SPHP terpantau dijual Rp60.000 per kemasan 5 kilogram, sementara beras merek Lahap dan Pandan Alam berada di kisaran Rp75.000 hingga Rp77.000 per 5 kilogram.

Komoditas hortikultura menjadi perhatian utama, khususnya cabai rawit merah yang menembus harga Rp90.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dan bawang putih dijual dengan harga rata-rata Rp28.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, harga relatif stabil. Daging sapi dijual Rp125.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, dan telur ayam berada di kisaran Rp29.500 hingga Rp30.000 per kilogram.

Adapun harga bahan pokok lainnya yang terpantau di Pasar Induk Among Tani, antara lain:

Minyak goreng: Minyakita Rp15.700 per liter dan Sunco Rp41.000 per 2 literGula pasir: Rp16.500 per kilogram, Kedelai: Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram, jagung pipilan kering: Rp8.000 per kilogram

Puspa Dewi menjelaskan bahwa kenaikan harga pada beberapa komoditas dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan serta adanya keterlambatan distribusi dari pihak pemasok.

“Kenaikan harga ini lebih disebabkan faktor psikologis pasar menjelang puasa Ramadan dan keterlambatan pasokan. Namun kami terus berkoordinasi dengan Bulog dan dinas terkait untuk memastikan stok pangan tetap aman dan tersedia bagi masyarakat Kota Batu,” ujarnya.

Ke depan, sinergi antara Polres Batu dan pemerintah daerah akan terus diperkuat melalui pengawasan rutin di pasar-pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan kebutuhan pangan tetap terpenuhi.

(Nyak).