Pasuruan, Suararakyat62.com

Rencana aksi damai yang diinisiasi oleh “Panggilan Nurani Masyarakat se-Pasuruan Raya” pada Rabu, 3 September 2025, secara resmi ditunda. Keputusan ini diambil setelah serangkaian pertimbangan mendalam terkait situasi keamanan dan ketertiban yang dinilai tidak kondusif.
Sebelumnya, koordinator lapangan aksi, M. SHAFRIADIN, A.S. S, H., C.L.A, yang akrab disapa Bung Ompu, bersama timnya yang terdiri dari Ridwan Vatarudin, S.H. (Ketua Cakra Berdaulat), Imam Russian (Ketua LPK-BARAT), Irfan Rusdian, dan Khubnur Kusuma, telah mengadakan pertemuan pada Senin malam, 2 September 2025. Pertemuan tersebut berlangsung di rumah dinas Walikota Pasuruan, Jalan Panglima Sudirman, dan dihadiri oleh Walikota Pasuruan H. Adi Wibowo, didampingi Kapolres Pasuruan Kota, Dandim 0819, serta Ketua DPRD Kota Pasuruan. Diskusi dalam pertemuan tersebut turut menyoroti kondisi bangsa saat ini.
Aksi yang sedianya akan digelar di depan Gedung DPRD Kota Pasuruan dan Mapolres Pasuruan Kota ini merupakan bagian dari gerakan “Panggilan Nurani warga dan muda-mudi serta gabungan Elemen masyarakat Se-Pasuruan Raya”, yang diprakarsai oleh Bung Ompu. Penundaan ini juga sejalan dengan penundaan aksi demonstrasi serupa di Surabaya yang diinisiasi oleh Rakyat pada tanggal yang sama.
M. SHAFRIADIN menegaskan bahwa penundaan aksi tersebut dilakukan karena situasi yang tidak kondusif. “Dengan banyaknya pertimbangan, akhirnya kami memutuskan demo aksi damai pada tanggal 3 September 2025 dibatalkan atau ditunda sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan,” ujarnya.
Keputusan ini diambil menyusul kekhawatiran akan adanya pihak-pihak yang berpotensi menunggangi aksi damai, terutama pasca insiden pembakaran gedung-gedung DPRD dan kantor kepolisian yang marak terjadi belakangan ini. “Mengingat dalam beberapa hari ini, aksi-aksi yang awalnya damai sudah berubah menjadi aksi anarkis. Ada beberapa kantor DPRD dibakar. Rumah-rumah politisi dijarah
Pewarta, Apin




