Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Pekerjaan pengaspalan yang dilakukan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur di ruas Jalan Raya Warung Dowo–Ranggeh, Selasa (21/10) dini hari, menuai sorotan tajam. Proyek dengan volume 250 x 4 meter dan ketebalan 4 cm itu diduga kuat dikerjakan secara asal-asalan tanpa memperhatikan standar teknis pelapisan aspal.

Dugaan tersebut muncul setelah di lapangan ditemukan beberapa ruas jalan masih dalam kondisi basah saat dilakukan penyemprotan tack coat. Padahal, secara teknis, permukaan jalan seharusnya dalam kondisi bersih, kering, dan bebas dari air atau lumpur sebelum dilapisi aspal emulsi.

“Permukaan yang akan diberi tack coat harus benar-benar kering. Jika ada air, aspal emulsi tidak akan menempel sempurna. Akibatnya, lapisan atas bisa mudah lepas atau bergeser saat dilalui kendaraan berat,” jelas Iswanto, pemerhati teknik jalan, saat ditemui di lokasi.
Namun, pernyataan berbeda justru datang dari pihak pengawas proyek yang mengenakan rompi berlogo PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Seorang pengawas bernama Doni, saat dikonfirmasi di lapangan, menilai kondisi tersebut masih bisa ditoleransi.
“Kalau itu bukan basah, masih dalam batas toleransi. Yang basah itu di bagian genangan air bekas hujan,” ujar Doni.
Sayangnya, klarifikasi tersebut jelas bertentangan dengan aturan resmi, yakni Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, Divisi 6 (Lapis Aspal), yang secara tegas melarang pelaksanaan tack coat di permukaan basah karena berisiko menurunkan daya rekat dan daya tahan jalan.
Iswanto juga menambahkan,”Tak hanya itu, faktor keselamatan kerja (K3) pun tampak diabaikan. Di lokasi proyek tidak ditemukan rambu peringatan maupun penerangan memadai, padahal pekerjaan dilakukan pada dini hari dengan lalu lintas masih aktif. Kondisi ini tentu membahayakan pengguna jalan dan pekerja sendiri,”tandasnya.

Praktik seperti ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan kesadaran terhadap mutu pekerjaan publik. Padahal, proyek pemeliharaan jalan provinsi semestinya menjamin hasil yang kuat, aman, dan berumur panjang, bukan sekadar menggugurkan tanggung jawab anggaran.
Publik kini menaruh harapan besar agar Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur tidak menutup mata terhadap dugaan pelanggaran teknis tersebut. Evaluasi menyeluruh terhadap kontraktor, konsultan pengawas, dan tim lapangan dinilai penting untuk memastikan dana rakyat benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
Penulis; Abdul_Khalim




